Solo KLB Corona

Idul Adha Saat Pandemi, Jagal Hewan Harus Ber-KTP Solo, Evi :Kalau Luar Kota Harus Bawa Surat Sehat

"Penyembelih diharapkan tahun ini dari dalam kota Solo, jagalnya yang ber-KTP Solo," jelas Evi kepada TribunSolo.com, Minggu (28/6/2020).

TRIBUNSOLO.COM/Garudea Prabawati
Warga Klodran memotong sebelum membagikan daging sapi kurban PT Bintang Toedjoe yang diberikan melalui Tribun Solo, Kamis (23/8/2018) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Panitia hewan kurban diharapkan lebih selektif memilih penyembelih atau jagal hewan kurban saat Idul Adha 2020.

Pasalnya, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kota Solo berharap jagal yang dipakai berasal dari dalam kota.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKPP Kota Solo, Evi Nur Wulandari.

"Penyembelih diharapkan tahun ini dari dalam kota Solo, jagalnya yang ber-KTP Solo," jelas Evi kepada TribunSolo.com, Minggu (28/6/2020).

"Apabila dari luar, itu harus membawa surat keterangan sehat dari dokter daerah asal," tambahnya.

Dengan begitu, Evi menuturkan ada jaminan dari pemerintah bahwa jagal tersebut dalam kondisi sehat.

"Mereka sudah membawa surat kesehatan mungkin dari puskemas daerah tempat tinggal mereka, saya kira sudah ada jaminan pemerintah bahwa mereka sehat," tuturnya.

Idul Adha 2020 Saat Pandemi Corona, Jumlah Jagal Hewan Kurban di Solo Bakal Dibatasi Hanya 4 Orang

Idul Adha 2020 Saat Pandemi Corona, Penjual dan Hewan Kurban Masuk Solo Wajib Kantongi Surat Sehat

Sempat Ditutup, Pasar Hewan di Mojolaban Sukoharjo Dibuka Kembali untuk Persiapan Idul Adha

Misal jagalnya berasal dari dalam Kota Solo, lanjut Evi, disarankan jangan berasal dari daerah penularan Corona.

"Panitia harus selektif, kalau dalam kota Solo jangan dari daerah tertular," tekannya.

Lebih lanjut, Evi mengatakan pihaknya juga masih menunggu kebijakan Dinas Kesehatan Kota Solo perihal perlu tidaknya jagal hewan kurban menjalani rapid test sebelum bertugas.

"Penyembelih harus di-rapid test dulu atau bagaimana, itu kebijakan Dinas Kesehatan Kota Solo," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ilham Oktafian
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved