Solo KLB Corona

Jokowi Jengkel Akan Copot Menteri karena Kerja Biasa Saja Saat Pendemi, Ini Dugaan Pengamat UNS Solo

Pengamat Politik dan Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto menilai reshuffle sangat mungkin terjadi.

TribunSolo.com/ Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020 yang dilaksanakan secara telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2020. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jengkelnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga muncul ucapan akan mencopot menterinya dengan reshuffle dinilai ada masalah krusial di dalam tubuh kabinet. 

Terlebih, kejengkelan Jokowi meruncing lantaran para menteri masih bekerja biasa saja di tengah masa krisis akibat pandemi Corona.

Pengamat Politik dan Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto menilai reshuffle sangat mungkin terjadi di masa seperti ini.

Bahkan isu reshuffle mencuat dari ucapan Presiden Jokowi langsung kepada para menteri saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kamis (18/6/2020) lalu seperti video yang beredar kemarin.

Pengamat Politik dan Hukum Tata Negara Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto.
Pengamat Politik dan Hukum Tata Negara Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto. (TribunSolo.com/Adi Surya)

Misteri Kapan Jokowi Akan Reshuffle Menteri karena Disebut Kerja Biasa-biasa Padahal Ada Pandemi

Arief Poyuono Sindir Menteri Jokowi yang Lelet Kerjanya: Tak Punya Sense of Crisis saat Pandemi

"Ada arahan-arahan Presiden yang tidak bisa dikerjakan, para menteri tidak bisa menangkap gagasan yang disampaikan Presiden," ucap Agus kepada TribunSolo.com, Senin (29/6/2020).

Apalagi masa pandemi Corona, lanjut Agus, mendorong para menteri dan lembaga di bawahnya untuk bekerja secara kreatif dan inovatif dalam mengambil kebijakan.

"Inovasi mengambil kebijakan dengan cepat, kemudian berani melakukan berbagai terobosan untuk menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada di era Covid-19," tutur dia

"Presiden juga telah mencanangkan era new normal dan bukan lagi Covid-19, itu membuat Covid-19 itu dianggap sebagai tantangan, kita harus menghadapi bersama-sama tidak karantina di rumah terus," tambahnya.

Di satu sisi, Agus menuturkan reshuffle merupakan kewenangan presiden yang termaktub dalam Pasal 17 UUD 1945.

"Menteri itu bertanggung jawab kepada presiden maka presiden bisa mengangkat, mengevaluasi, dan memberhentikan seorang menteri," tuturnya.

Inilah Isi Surat yang Dikirim Aulia Kesuma untuk Presiden Jokowi, Ada 8 Poin Utama di Dalamnya

Jadi Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia Ungkap Bagaimana Sosok Jokowi Seperti yang Ia Kenal

Adapun dalam sistem presidensial, lanjut Agus, reshuffle menjadi suatu hal yang biasa.

"Itu karena apapun yang terjadi presiden boleh melakukan evaluasi kinerja menteri," kata Agus.

"Kalau dirasa di dalam bekerja tidak memenuhi ekspektasi Presiden, terutama dalam menjalankan visi-misi Presiden di dalam melaksanakan tugas pemerintahan, reshuffle bisa saja dilakukan," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved