Berita Solo Terbaru

Bahas Omnibus Law, Ini Tanggapan Ekonom Solo: Siapapun Rezimnya Butuh Itu

"Omnibus Law seperti dalam RUU Cipta Kerja ini sangat diperlukan untuk menarik kembali investor baik dalam dan luar negeri," kata Lukman Hakim

TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso
Tangkapan layar dari diskusi PWI soal RUU Cipta Kerja. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -  Ekonom Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Lukman Hakim menganggap saat ini siapapun rezim yang memimpin membutuhkan penyederhanaan Undang-Undang serta aturan yang ada. 

Penyederhanaan regulasi dan perizinan berusaha dalam rangka peningkatan ekosistem investasi semakin relevan untuk dilakukan setelah Covid-19 terjadi.

Hal Ini demi menarik kembali investor dan meningkatkan gairah perekonomian yang sempat terguncang baik dari dalam ataupun luar negeri. 

"Omnibus Law seperti dalam RUU Cipta Kerja ini sangat diperlukan untuk menarik kembali investor baik dalam dan luar negeri," kata  Lukman Hakim dalam diskusi virtual yang diselenggarakan PWI Surakarta, Selasa (30/6/2020).

Pilkada Solo 2020, Survei Solo Raya Polling Unggulkan Gibran, Relawan Purnomo-Teguh : Hiburan Semata

Ramalan Zodiak Cinta Rabu 1 Juli 2020: Capricorn Butuh Dukungan, Sagittarius Siap Bertemu Pasangan

Respon Relawan Soal Jokowi Jengkel Akan Copot Menteri Karena Kerja Biasa Saja Saat Pandemi Corona

Dia memaparkan, perundang-undangan Indonesia cukup carut marut. 

Berdasarkan hal tersebut, perlu ada penyelesaian dengan cara di luar kebiasaan. 

Dia berpandangan Omnibus Law disebut bisa mengubah secara besar-besaran. 

"Memangkas ketentuan yang tidak pro pasar secara besar-besaran," kata dia.

"Fokusnya tentu memberikan jaminan kemudahan kepada investor baik dalam dan luar negeri," kata Lukman.

Halaman
12
Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved