Virus Corona

Dampak Pandemi Corona, Jumlah Ibu Hamil di Wonogiri Melonjak hingga 5.000 Lebih

"Selama tiga bulan sudah lebih dari 5.000 ibu yang hamil," kata Kepala Dinas PPKB & P3A Wonogiri Setyarini.

TribunSolo.com/Agil Tri
Pelaksanaan Sejuta Akseptor oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB & P3A) Wonogiri. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Selama masa pandemi virus corona, masyarakat disarankan melakukan aktivitas dari rumah.

Pemerintah, mendorong masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, agar menekan jumlah penularan Covid-19.

Namun, Dinas Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB & P3A) Wonogiri mencatat ada kenaikan jumlah ibu hamil (bumil).

Rektor Uniba Solo Ungkap Alasan Lepas Baju saat Demonstrasi: Yayasan Terlalu Mengintervensi

Bisa Berisiko Tinggi Terpapar Covid-19, Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Olahraga di Tempat Umum

Bahkan, setiap bulan peningkatan jumlah bumil mencapai seratusan orang.

"Selama tiga bulan sudah lebih dari 5.000 ibu yang hamil," kata Kepala Dinas PPKB & P3A Wonogiri Setyarini.

Menurutnya, Peringatan Harganas ke-29 itu menjadi momentum untuk mencegah adanya babyboom (lonjakan jumlah bayi yang lahir) paska pandemi Covid-19.

Faktor penyebab tingginya jumlah ibu hamil antara lain karena para akseptor takut mendatangi pelayanan KB.

"Mereka takut terkena apa-apa, sehingga kami mempromosikan pelayanan KB tetap berjalan supaya tidak terjadi ledakan penduduk," terangnya.

Ditambahkan, dengan adanya launching ‘Sejuta Akseptor’ yang dilakukan serentak, pihaknya ingin memastikan keberlangsungan pemakaian kontrasepsi terutama di masa pandemi Covid-19.

Target untuk Kabupaten Wonogiri yakni 1.628 akseptor. Terdiri atas 117 akseptor IUD/implan, 279 akseptor suntik, dan 1.178 akseptor pil dan kondom.

"Harapannya, dengan pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan pelayanan KB yang berkualitas, meningkatkan komitmen pemerintah pusat dan daerah serta mitra kerja tentang program KB dan menjaga keberlangsungan pemakaian kontrasepsi," tandasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved