Solo KLB Corona

Warga Eromoko yang Meninggal Ternyata Positif Corona, Camat Bantah Isu Lockdown di Wilayahnya

Dia merupakan seorang ABK, yang diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur.

Wartakota/Nur Ichsan
ILUSTRASI PEMAKAMAN : Tim medis dan Petugas melakukan prosesi pemakaman jenazah orang dengan Covid-19, TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta barat. Senin (13/4/2020). Mereka melakukan pemakaman ini dengan menggunakan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dan WHO. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Seorang warga Eromoko, Wonogiri berinisial S (58) yang saat ini telah meninggal dunia, dinyatakan positif Covid-19.

Dia merupakan seorang ABK, yang diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur.

Dengan adanya kasus baru itu, beredar isu adanya dua dusun di sekitar tempat tinggal S di Kecamatan Eromoko dilakukan lockdown.

Dampak Pandemi Corona, Jumlah Ibu Hamil di Wonogiri Melonjak hingga 5.000 Lebih

Update Corona Klaten 29 Juni 2020 : Tiga Hari Berturut-turut Tak Ada Penambahan Kasus Positif

Camat Eromoko Danang Erawanto membantah adanya karantina mandiri semua warga di dua desa di sekitar lokasi tempat tinggal S.

"Tidak benar, tidak ada lockdown di sana," katanya, Selasa (30/6/2020).

Camat mengatakan, anggota keluarga S dari desa sebelah yang diisukan juga melakukan lockdown sempat menjenguk S seusai mengalami kecelakaan lalu lintas.

"Ada beberapa orang yang kita minta untuk melakukan karantina mandiri, untuk kewaspadaan juga," jelasnya.

Dia mengatakan, saat ini kondisi masyarakat di sekitar rumah S kondusif.

Pihaknya pun sudah melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat tidak panik.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonogiri, Joko Sutopo menambahkan, saat ini pihaknya telah melakukan tracing.

Dia juga mengatakan tidak ada karantina wilayah seperti yang diisukan di media sosial.

"Pasca beliau (S) dinyatakan positif, kita langsung melakukan tracing kepada kontak erat, kontak sedang, dan kontak jauhnya."

"Kita sudah melakukan lokalisir disana, semoga tidak ada penambahan," harapnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved