Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Meski Jumlah Kasus Terbanyak Nomor 4 di Solo Raya, Wabup Sragen Pede Tingkat Kesembuhan 78 Persen

Dedy menyampaikan tingkat kesembuhan di Sragen mencapai 39 orang atau 78 persen dan tingkat kematian satu orang atau 2 persen.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI : Tenaga medis melakukan Simulasi Kesiapsiagaan Penanganan Virus Corona (Covid-19), di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), Jalan KH Wahid Hasyim (Kopo), Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/3/2020). 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Angka peningkatan Covid-19 di Kabupaten Sragen diklaim rendah menjelang penerapan new normal, sementara angka penurunan juga terbilang sangat signifikan.

Saat ini Sragen didapati ada 50 orang yang terjangkit Corona di bawah sejumlah daerah seperti Sukoharjo 100 kasus, Boyolali 64 kasus dan Klaten 57 kasus.

Adapun kenyataan itu menurut Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno, karena wilayahnya telah menerapkan instruksi Presiden Jokowi untuk melakukan penekanan kasus Covid-19 di tingkat Desa.

"Semua yang disampaikan, arahan dari pak Presiden itu semua sudah dilakukan di Kabupaten Sragen," kata Dedy seusai mengikuti pengarahan Presiden Jokowi via daring, Selasa (30/6/2020).

"Termasuk tingkat penanganan Covid-19 di tingkat RT, RW Desa itu sudah ada satgasnya sendiri," aku dia.

Dedy menyampaikan tingkat kesembuhan di Sragen mencapai 39 orang atau 78 persen dan tingkat kematian satu orang atau 2 persen dari angka 50 kasus Covid-19 di Sragen.

Tak Terdampak Pandemi Covid-19, Proyek Pembangunan Jembatan Ganefo Sragen Rp 33 Miliar Jalan Terus

Kronologi Terbongkarnya Kasus TKW Asal Sragen Disekap Majikan di Arab Saudi, 18 Tahun Tak Pulang

Satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia dikatakan Dedy mempunyai penyakit bawaan dan berada di usia rentan. Selain tingkat kesembuhan tinggi, tingkat penyebaran juga rendah.

"Transmisi lokal hanya 3 kasus atau 6% dari 50 kasus, yang kontak erat hanya satu kasus, berarti tingkat penyebaran di lokal itu kecil. Kami sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan kita bisa mengarah ke zona hijau," kata Dedy.

Kendati telah memikirkan zona hijau, Dedy menyampaikan pihaknya masih menunggu beberapa waktu dan butuh kajian atau dari segi sains seperti yang diharapkan presiden.

"Tapi sampai detik ini 10 hari tidak ada penambahan kasus Covid-19 yang signifikan dari lokal, semua dari luar daerah kalau tidak ada penambahan dalam waktu dekat saya berharap bisa beralih ke zona hijau," harapnya.

Halaman
12
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved