Keluarga Dihina, Presiden Turki Erdogan Tumpahkan Amarahnya Bakal Hapus Media Sosial di Negaranya

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akhirnya menumpahkan amarahnya soal ketidaksukaan kepada media sosial.

Kompas.com
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan 

TRIBUNSOLO.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akhirnya menumpahkan amarahnya soal ketidaksukaan kepada media sosial.

Ya, pimpinan tertinggi di Turki itu berujar akan memperketat kontrol media sosial.

Hal tersebut dilakukan pasca keluarganya menjadi korban hinaan di platform digilat itu.

Selama bertahun-tahun, bukan rahasia jika sang presiden tidak suka dengan media sosial.

Dia pernah membandingkannya dengan "pisau pembunuh", dan bersumpah bakal "menghapus" Twitter.

Firli Ikut Rayakan Kelahiran Polri di Gedung KPK, ICW Mengecam : Rawan Terjadi Konflik Kepentingan

Kadung Ramai di Medsos, Nikita Mirzani Kini Bantah Berseteru dengan Baim Wong: Gue Cinta Damai

Menteri Keuangan Berat Albayrak, yang juga adalah menantu Erdogan, mengumumkan sang istri, Esra, melahirkan anak keempat mereka dalam kicauan Selasa (30/6/2020).

Presiden 66 tahun itu mengklaim, meski banyak pesan positif berisi ucapan selamat, terdapat juga pesan jahat yang menghina keluarga Albayrak, terutama Esra.

Keluarganya dihina seperti itu, dia menyoroti "media yang tak terkontrol".

Sikap yang dikecam baik oleh partai politik maupun organisasi perempuan.

"Anda tahu mengapa kami menentang media seperti YouTube, Twitter, dan Netflix? Untuk mengenyahkan perilaku tak bermoral seperti ini," kata dia di Ankara.

Dalam telekonfrensi di hadapan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), Erdogan menganggap bahwa media itu tidak cocok untuk Turki.

Viral AKP Priyono Tolak Laporan Anak Pidanakan Ibu Kandung, Kini Terima Penghargaan Polda NTB

Pemerintah Diperingatkan Agar Tindak Tegas ASN yang Tak Netral Jelang Pilkada Serentak di 270 Daerah

"Karena itu kita harus membawanya ke parlemen, untuk menghapus media sosial ini, seutuhnya, untuk mengontrol mereka," jelasnya.

Tak lama setelah komentarnya muncul, tagar "jangan sentuh media sosialku" menjadi trending di Twitter, dilansir AFP Rabu (1/7/2020).

Pemerintahan Erdogan sempat memblokir Twitter dan YouTube pada 2014, setelah sebuah rekaman muncul, di mana presiden dan lingkarannya diduga terjerat skandal korupsi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved