Breaking News:

Virus Corona

Peneliti di Balik Kalung Antivirus Corona Kementan Angkat Bicara, Begini Pengujian yang Dilakukan

Kalung yang merupakan produk dari Kementerian Pertanian ( Kementan) ternyata menyimpan banyak fakta di baliknya.

(DOK. Humas Kementerian Pertanian)
Prototipe antivirus corona eucalyptus dengan nano teknologi-Eucalyptus, Produk Antivirus Corona yang Diluncurkan Kementan, Berikut Manfaatnya. 

TRIBUNSOLO.COM - Belakangan kalung antivirus corona ramai diperbincangkan masyarakat.

Kalung yang merupakan produk dari Kementerian Pertanian ( Kementan) ternyata menyimpan banyak fakta di baliknya.

Update Corona di Indonesia 5 Juli 2020: Tambah 1.607 Kasus Baru, Kini Total Kasus Positif 63.749

Kabar yang beredar kalung antivirus yang merupakan produk eucalyptus, kandungan minyak atsiri dari daun kayu putih, disebut dapat mencegah corona.

Bagaimana sebenarnya penelitian yang dilakukan Kementan?

Menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi Dr. Ir. Evi Savitri Iriani, MSi, Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Kementan, yang terlibat dalam penelitian antivirus Covid-19 dari eucalytus.

Evi menyampaikan, penelitian tentang eucalyptus sebenarnya sudah dilakukan sejak Januari 2020. Artinya, ini bukan penelitian baru.

"Pada awal Januari, ketika mendengar ada Covid-19 di China, kita langsung nih 'ayo temen-temen coba dikumpulkan hasil penelitiannya. Mana sih yang berpotensi sebagai antivirus maupun juga untuk meningkatkan imunitas'," kata Evi kepada Kompas.com dihubungi melalui sambungan telepon Minggu (5/7/2020).

Setelah diinventaris Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Kementan, ada sekitar 50 tanaman yang dianggap potensial berdasarkan empiris dan literatur.

"Selanjutnya kami ekstraksi bahan aktif tanaman tersebut dan kami uji kandungan bahan aktif serta kami uji juga kemampuan terhadap virus dengan bekerjasama dengan BB Veteriner," ungkap Evi.

Corona Mereda, Kemenag Solo Bakal Izinkan Salat Idul Adha di Lapangan, Kotak Infak Tak Boleh Beredar

BB Veteriner merupakan lembaga penelitian dalam bidang penyakit hewan yang sudah berusia lebih dari 50 tahun.

Halaman
1234
Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved