Breaking News:

Pilkada Klaten 2020

Merasa Dikhianati, Golkar Klaten Ogah Dukung Paslon ORI, Buka Peluang Koalisi ke Calon Lain

"Kami masih membuka peluang untuk bergabung diantara dua pasangan, nantinya kami akan lakukan lobi, untuk bergabung kembali ke One,kami sudah menutup"

tribunsolo.com/mardon
Deklarasi One Krisnata dan Muhammad Fajri, di Hotel Galuh, Prambanan, Klaten, Sabtu (27/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Partai Golkar Klaten kecewa dan merasa dikhianati dengan sikap One Krisnata selaku Ketua Partai Demokrat Klaten karena tidak ada komunikasi mengenai deklarasi One - Fajrin (ORI).

Partai Golkar Klaten masih membuka peluang berkoalisi dengan pasangan Sri Mulyani-Aris Prabowo ataupun pasangan ABY-HJT.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM,Pendidikan, Cendikiawan, Komunikasi, Media dan Penggalangan Opini DPD II Partai Golkar Kabupaten Klaten, Triyono, kepada TribunSolo.com, Senin (6/7/2020).

"Partai Golkar merasa dicederai sikap One Krisnata yang tidak berkomunikasi dengan kita, dan tiba-tiba menyatakan deklarasi, tanpa persetujuan dengan kita," ungkap Triyono.

Kampanye di Sukoharjo Tak Patuh Protokol Kesehatan, Siap-siap Bakal Dibubarkan Bawaslu

Di Tengah Viralnya Gunung Lawu yang Diserbu Ribuan Orang, Satu Pendaki Ditemukan Tewas di Puncak

BREAKING NEWS : Seorang Pendaki Ditemukan Tewas di Gunung Lawu

Triono mengatakan partai Golkar sudah melaporkan ini ke DPP dan mereka sepakat tidak berkoalisi lagi dengan pihak One Krisnata untuk Pilkada Klaten 2020.

Meskipun, telah memutus koalisi dan tak sudi mendukung One Krisnata, namun Partai Golkar Klaten tetap membuka peluang berkoalisi dengan pihak lain.

"Kami masih membuka peluang untuk bergabung diantara dua pasangan, nantinya kami akan lakukan lobi, untuk bergabung kembali ke One, kami sudah menutup peluang itu," kata Triyono.

Sebelumnya, Partai Golkar Klaten  dengan Partai Demokrat Klaten melakukan kesepakatan berkoalisi untuk bertarung di Pilkada Klaten 2020.

Kesepakatan antar dua partai ini diresmikan dan ditandatangani kedua partai di Merapi Resto, Kamis (27/2/2020).

Namun, selang beberapa bulan, One Krisnata memutuskan untuk berdampingan dengan politisi PKS yang sering muncul di perpolitikan Kota Solo, Muhammad Fajri Sabtu (27/6/2020) lalu di Hotel Galuh.

Dalam deklarasi One-Fajri, Demokrat berkoalisi dengan Partai Gerindra dan PKS sebagai Pengusung dan PBB, Perindo serta Partai Garuda sebagai partai pendukung. (*)

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Ilham Oktafian
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved