Idul Adha 2020

Apakah Boleh Menjual Bagian Tubuh Hewan Kurban Seperti Kulit? Begini Hukumnya dalam Syariat Islam

Robi mengungkapkan jika menjual bagian tubuh hewan kurban adalah diharamkan menurut syariat dan hukum fiqih.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
ILUSTRASI Panitia kurban Masjid Al Wustho, Solo, mencacah daging sapi kurban, Senin (12/9/2016) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Saat kita berkurban, bagian tubuh yang umumnya dihabiskan adalah daging.

Selama Hari Raya Idul Adha, daging kurban tidak boleh disisakan saat penyembelihan.

Namun, bagaimana untuk bagian tubuh lain seperti tanduk maupun kulit hewan?

Bagaimana Hukum Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal? Ini Penjelasan Dosen IAIN Surakarta

Niat dan Bacaan Berkurban saat Idul Adha 2020, Meski Masih Berlangsung Pandemi Corona

Ulama muda Solo, yang juga dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta Joko Robi Prasetyo menjawab pertanyaan tersebut.

Robi mengungkapkan jika menjual bagian tubuh hewan kurban adalah diharamkan menurut syariat dan hukum fiqih.

"Untuk jual beli hewan kurban, baik daging tanduk maupun kulitnya diharamkan," ungkap Robi pada Selasa (7/7/2020).

"Hal tersebut mengacu pada Mahzab Syafi'i," imbuhnya menegaskan.

Jika dilanggar, maka dikatakan Robi kurban seseorag tersebut akan batal atau tidak sah menurut agama.

"Kalau diperjualbelikan nanti kurban kita tidak sah," tegasnya.

Ia pun memberi jalan tengah jika bagian tubuh hewan sulit untuk dimanfatkan.

Robi menyarankan untuk menyumbangkannya kepada lembaga yang membutuhkan seperti yayasan yatim piatu dan sejenis semacamnya.

"Seandainya kita memanfaatkan kulit maupun tanduknya lebih baik kita menyalurkan pada lembaga yang membutuhkan," katanya.

"Misalnya seperti panti sosial," terangnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved