Solo KLB Corona

Kasus Covid-19 Belum Turun Bahkan Terbanyak di Solo Raya, KLB Corona di Sukoharjo Bakal Diperpanjang

Kasus Covid-19 yang masih terus bertambah, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mempertimbangkan status kejadian luar biasa (KLB).

TribunSolo.com/Ryantono Puji
Suasana rapid test di Pasar Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (28/5/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kasus Covid-19 yang masih terus bertambah, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mempertimbangkan status kejadian luar biasa (KLB).

Saat ini kasus Corona di Kabupaten Sukoharjo nyaris genap 100 karena sudah mencapai 94 kasus positif,.

KLB yang sedianya berakhir pada akhir bulan Juli ini, direncanakan akan diperpanjang oleh Pemkab Sukoharjo.

Menurut Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, rencana perpanjangan ini dilakukan untuk menenkan angka penyebaran dan penularan Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo.

"Kalau kondisinya masih seperti ini (angka kasus penularan masih tinggi) bisa juga (KLB) diperpanjang," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (7/7/2020).

Warga Terjangkit Kusta di Sukoharjo Tembus 23 Kasus, Terungkap Ada yang Sudah Mengalami Kecacatan

Kampanye di Sukoharjo Tak Patuh Protokol Kesehatan, Siap-siap Bakal Dibubarkan Bawaslu

Namun kebijakan itu masih melihat perkembangan kasus Covid-19 dalam beberapa hari ke depan.

Ia menilai dampak pandemi Covid-19 di Sukoharjo masih perlu penanganan serius.

Sehingga jika nanti KLB diputuskan diperpanjang, maka harapannya dapat mencegah secara maksimal munculnya kluster - kluster penularan kasus baru.

"Kami mengantisipasi jangan sampai muncul kluster baru," ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mendukung wacana perpanjangan KLB yang akan dilakukan bupati jika grafik pergerakan angka Covid-19 belum melandai.

"Karena sekarang temuan kasus baru yang muncul justru dari warga Sukoharjo perantauan," kata dia.

"Seperti baru - baru ini ada dua orang salah satunya di Semarang, kalau yang di Sukoharjo sendiri saat ini justru tidak ada," jelasnya.

Gerindra Janji Sedot 70.000 Suara Demi Sumbang Kemenangan Paslon One - Fajri di Pilkada Klaten 2020

Update Corona Klaten 6 Juli 2020, Pasca Ibu dan Anak Positif, Kini Tak Ada Lagi Tambahan Kasus

Warga perantau tersebut kata Yunia, berasal dari Desa Mertan, Bendosari, Sukoharjo, bekerja sebagai tenaga kesehatan (nakes) di salah satu rumah sakit di Semarang.

"Yang bersangkutan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di Semarang, tidak pulang ke Sukoharjo."

"Namun begitu karena alamatnya di Mertan, Bendosari maka datanya masuk di Sukoharjo," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved