Pendaki Gunung Lawu Tewas

Kisah Tim yang Ambil Jenazah Pendaki Tewas di Puncak Gunung Lawu,Terlebih Evakuasi di Tengah Pandemi

Proses evakuasi jenazah pendaki bernama Andi Sulistyawan (18) dari puncak Gunung Lawu berhasil dilakukan meskipun memakan waktu panjang.

TribunSolo.com/Dok Basarnas Kantor SAR Semarang
Penampakan jenazah pendaki Andi Sulistyawan yang berhasil diturunkan dari puncak Gunung Lawu di pintu masuk pendakian via Cemoro Kandang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (7/7/2020) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Proses evakuasi jenazah pendaki bernama Andi Sulistyawan (18) dari puncak Gunung Lawu berhasil dilakukan meskipun memakan waktu panjang.

Korban merupakan warga Puntukrejo RT 001 RW 014, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Jenazah yang dijemput tim pada Senin (6/7/2020) pukul 11.00 WIB mencapai basecamp Cemoro Kandang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar pada Selasa (7/7/2020) pukul 00.30 WIB.

Jenazah langsung dibawa ke UPT Puskesmas Tawangmangu untuk dilakukan visum.

Mobil ambulans telah disiagakan di pintu masuk jalur pendakian via Cemoro Kandang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Senin (6/7/2020) sekira pukul 16.44 WIB.
Mobil ambulans telah disiagakan di pintu masuk jalur pendakian via Cemoro Kandang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Senin (6/7/2020) sekira pukul 16.44 WIB. (TribunSolo.com/Adi Surya)

Kronologi Pengendara Motor Terlindas di Palang Joglo Solo, Keberadaan Pengemudi Truk Belum Diketahui

Detik-detik Jenazah Pendaki Berhasil Dievakuasi dari Puncak Lawu,Dibungkus Plastik & Ditandu Relawan

Relawan Anak Gunung Lawu (AGL), Budi Santoso menceritakan detik-detik evakuasi jenazah Andi dari puncak Gunung Lawu.

Awalnya, sebanyak 4 orang, masing-masing dua dari basecamp Cemoro Kandang dan sisanya dari Cemoro Sewu diterjunkan untuk mengecek laporan yang didapatkan dari rombongan korban, Senin (6/7/2020) siang.

Adapun tim telah dibekali dengan alat pelindung diri (APD) sebelum diterjunkan ke lokasi.

"Prokoler kesehatan tetap ditekankan, tim dibekali sarung tangan latex, hand sanitizer, dan masker," tutur Budi kepada kepada TribunSolo.com, Selasa (7/7/2020).

Ditemukan di Dasar Jurang

Tim pun menemukan korban di dasar jurang sedalam 7 meter dalam kondisi bertelanjang dada dan memakai celana warna hitam.

Baju hitam dan hoodie merah yang dikenakannya terlepas 300 meter dari penemuan korban.

"Karena minim personel, mereka memilih menunggu dulu regu kedua sampai ke lokasi penemuan," kata Budi.

Cuaca di puncak Gunung Lawu, lanjut Budi, kurang kondusif pada saat proses evakuasi jenazah korban.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved