Polisi Ungkap Kasus Perdagangan Bayi Libatkan Oknum Bidan, Ditawarkan di Grup FB Adopsi Jogja-Solo

SBF yang merupakan makelar mendapatkan bayi itu dari grup Facebook 'Adopsi Bayi Jogja-Solo' yang tengah ditawarkan oleh EP.

Editor: Hanang Yuwono
Tribunjogja/Yosef Leon Pinsker
Satreskrim Polresta Yogyakarta menghadirkan tiga tersangka kasus perdagangan anak saat rilis kasus di Mapolresta setempat, Selasa (7/7/2020) 

TRIBUNSOLO.COM, YOGYAKARTA - Kasus perdagangan bayi terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pelakunya diduga merupakan oknum bidan berinisial JEL (39) dan kini sudah ditangkap polisi.

JEL tak bergerak sendirian, melainkan bersama SBF (25) yang berperan sebagai makelar dan EP (24) yang ibu bayi.

Update Corona di Indonesia 7 Juli 2020: Kasus Positif Bertambah 1.268, Pasien Sembuh Bertambah 866

Reaksi Menhan Prabowo & Menko Airlangga Ditanya Reshuffle : Terima Kasih, Langsung Membalikkan Badan

Sebelumnya mengungkap kasus perdagangan bayi yang melibatkan dua orang tersangka lainnya.

Kasus ini terungkap bermula dari kecurigaan petugas dari Polsek Mergansan saat mendapati dua orang tengah cekcok di sekitar salah satu rumah sakit di kota Yogya.

Saat itu SBF kedapatan tengah cekcok dengan RA (30) yang diduga hendak membeli bayi tersebut.

"Setelah diselidiki dan diinterogasi, akhirnya diketahui bahwa bayi itu bukan milik keduanya melainkan ditawarkan SBF ke RA dengan biaya Rp 20 juta," kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riko Sanjaya saat rilis kasus tersebut di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (7/7/2020).

Riko menjelaskan, pada saat kejadian itu bayi berusia sekitar dua bulan dan berjenis kelamin laki-laki.

SBF yang merupakan makelar mendapatkan bayi itu dari grup Facebook 'Adopsi Bayi Jogja-Solo' yang tengah ditawarkan oleh EP.

Setelah sepakat dan bertemu ia mengaku siap mengadopsi dengan biaya senilai Rp 6 juta yang didapatnya dari JEL yang merupakan seorang bidan.

"EP ini tidak memiliki suami dia sudah bercerai dan dia tidak sanggup membiayai anak itu sehingga mencari orang untuk mengadopsi," ungkap Riko.

Bayi yang diperoleh kemudian diserahkan kepada JEL untuk dirawat sambil mencarikan orang tua asuh baru.

Namun, karena JEL tidak lagi sanggup mengasuh bayi itu diserahkan kembali kepada SBF untuk kemudian dicarikan orang tua asuh dengan biaya Rp 20 juta.

"SBF kemudian memasang iklan di Facebook dengan nilai Rp20 juta dan dilihat oleh RA yang kemudian menyanggupi untuk membayar," kata Riko.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved