Pendaki Gunung Lawu Tewas

Sudah Dimakamkan, Jenazah Pendaki Tewas di Gunung Lawu Hanya Mampir 1,5 Jam di Rumah Duka Kemuning

Kapolsek Ngargoyoso, Iptu Yulianto mengatakan jenazah dimakamkan di pemakaman desa setempat sekira pukul 03.00 WIB.

TribunSolo.com/Dok Basarnas Kantor SAR Semarang
Penampakan jenazah pendaki Andi Sulistyawan yang berhasil diturunkan dari puncak Gunung Lawu di pintu masuk pendakian via Cemoro Kandang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (7/7/2020) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Jenazah pendaki yang sempat hilang dan ditemukan sudah tak bernyawa jurang sedalam 7 meter di puncak Gunung Lawu, Andi Sulistyawan (28) telah dimakamkam, Selasa (7/7/2020).

Jenazah sampai di rumah duka, Puntukrejo RT 001 RW 014, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar sekira pukul 01.30 WIB. 

Adapun jenazah sebelumnya sudah melewati visum di UPT Puskesmas Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Hasil visum menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan hanya ditemukan luka lecet pada tangan serta muka.

Kapolsek Ngargoyoso, Iptu Yulianto mengatakan jenazah dimakamkan di pemakaman desa setempat sekira pukul 03.00 WIB. 

TKI di Malaysia & Jepang Asal Klaten yang Meninggal di Tengah Pandemi Dipastikan Bukan karena Corona

Misteri Pendaki Tewas di Gunung Lawu Bertelanjang Dada : Suhu Ekstrem Buat Andi Berhalusinasi

"Pemakaman hanya dihadiri keluarga dan masyarakat sekitar saja," katanya. 

Terpisah Kapolsek Tawangmangu, AKP Ismugiyanto menambahkan hasil visum menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Jenazah sudah dibawa ke puskesmas untuk dilakukan visum luar dan hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ungkap dia.

"Hasil visum luar, ditemukan lecet di bagian tangan dan muka, mungkin karena jatuh atau kena ranting," tambahnya.

Ismugiyanto menyampaikan jenazah akan diserahkan kepada keluarga apabila hasil pemeriksaan telah final.

"Jenazah akam kami serahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kemuning, Widadi Nur Widyoko mengungkapkan berdasarkan data di Kartu Keluarga (KK), korban hanya tinggal bersama ibu dan neneknya di rumahnya.

"Kalau di Kartu Keluarga (KK) hanya ada nenek dan ibunya saja," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved