Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

TKI di Malaysia & Jepang Asal Klaten yang Meninggal di Tengah Pandemi Dipastikan Bukan karena Corona

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, meski bukan karena kasus Corona, tetapi dimakamkan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
ILUSTRASI: Antrean ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia saat penyerahan kartu kuning kesehatan usai mereka tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (31/3/2020). 

Saat itu, dihadiri pimpinan perusahaan almarhum magang, Disnakerperin Klaten, dan keluarga Almarhum.

Sedangkan TKI yang berkerja di Malaysia Tumini (60) sudah menetap di Malaysia selama 30 tahun.

Pemakaman jenazah almarhumah Tumini dilaksanakan Senin (6/7/2020) pukul 02.00 WIB.

"Diketahui, almarhumah mempunyai penyakit diabetes, tapi  secara protokol kesehatan Covid-19 dan APD lengkap," terang dia. 

Nasib 1.529 TKI Asal Sragen di Luar Negeri, Disnaker Pastikan Tak Ada yang Terkena Virus Corona

Seorang TKI Dipenjara 6 Bulan Gara-gara Nekat Campur Nasi Majikan dengan Air Kencing dan Darah Haid

Meski dilakukan secara protokoler kesehatan Covid-19, Slamet menegaskan bahwa kedua TKI yang meninggal bukan karena Corona.

"Protokol dilakukan hanya berjaga-jaga saja, untuk keduanya jenazah meninggal karena penyakit lain, bukan akibat Covid-19," aku dia.

Kabid Tenaga Kerja Disnakerperin Klaten Terpisah, Heru Wijoyo juga membenarkan, jika keduanya dipastikan meninggal bukan karena tepapar virus Covid-19.

"Keduanya dipastikan bukan karena Covid-19, yang di Jepang karena serangan jantung dan yang Malaysia karena diabetes," ungkap dia.

Heru mengatakan pekerja di Jepang yang meninggal merupakan pekerja magang di sebuah perusahaan besar di Jepang.

Lalu untuk pekerja di Malaysia, ia mengaku tidak tercatat dalam data pemerintah.

"Dari BP3TKI diserahkan ke pihak keluarga karena TKI sudah tanpa dokumen karena di Malaysia hampir 30 tahun," lanjut Heru.

Menurutnya, meninggalnya dua TKI asal Klaten di tengah pandemi Corona, merupakan kasus pertama di Kabupaten Klaten.

"Semoga ini menjadi kasus pertama dan yang terakhir," harap Heru. (*)

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved