Breaking News:

Dikira Ladang Sayuran dan Pisang Ternyata Ladang Ganja 1 Hektare Beromzet Rp 240 Juta Sekali Panen

Diungkapkan oleh Kapolres Cimahi AKBP Yoris Marzuki, tanaman ganja itu ditanam secara acak dengan tanaman pisang, sayuran, dan lainnya.

Editor: Hanang Yuwono
tribunjabar/syarif pulloh anwari
Ditemukan 1 Hektare Ladang Ganja di Perbatasan Suntenjaya Lembang KBB 

TRIBUNSOLO.COM, CIMAHI - Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi mengungkap kasus ladang ganja dengan luas satu hektare

Ladang ganja tersebut terletak di perbatasan Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung dengan Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Diungkapkan oleh Kapolres Cimahi AKBP Yoris Marzuki, tanaman ganja itu ditanam secara acak dengan tanaman pisang, sayuran, dan lainnya.

Mahasiswa di Samarinda Gantung Diri, Diduga 7 Tahun Tak Lulus Kuliah & Skripsi Sering Ditolak Dosen

Gubernur Jateng Ganjar Tinjau Kesiapan Evakuasi Warga Lereng Merapi saat Pandemi, Begini Arahannya

"Di sini hasil dari pengembangan sebelumnya, tim Satreskrim narkoba, pada hari kamis (8/7/2020) telah menangkap dua pelaku pengedar ganja dan menyita 3 kg ganja siap edar," ujar Yoris di lokasi, Minggu (12/7/2020).

Ladang yang ditanami ganja itu ditanam di lahan hutan kina yang cukup jauh dari permukiman warga.

Dari penelusuran, kata Yoris, ditangkap lagi dua orang pengedar, setelah itu ditemukan satu orang yang menanam ganja berinisial YN dan keempat pelaku lainnya itu berinisial M, C, A, D.

Tim Gabungan Polres Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe mengamankan ganja di sebuah ladang pedalaman Kecamatan Sawang Aceh Utara. Foto Dok Polres Aceh Utara
Tim Gabungan Polres Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe mengamankan ganja di sebuah ladang pedalaman Kecamatan Sawang Aceh Utara. Foto Dok Polres Aceh Utara (Dok Polres Aceh Utara)

"Dari hasil pengembangan lagi, sampai ke daerah sini tempat ladang, ditanamnya ganja ini terpisah-pisah," jelasnya.

Polisi selain menyita tiga kilogram ganja siap edar, dari hasil penulusuran di ladang tersebut, terdapat beberapa tanaman ganja yang disimpan dalam polybag.

"Ini sudah berjalan selama satu tahun, setiap tiga bulan sekali dilakukan panen, kita terlambat baru sekitar dua sampai tiga pekan yang lalu merupakan panen terakhir," kata Yoris.

 

Yoris menambahkan tempat gubuk pelaku YN itu diberikan garis polisi untuk melacak takut adanya ganja di sekitaran lokasi yang belum ditemukan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved