Breaking News:

Solo KLB Corona

Kasus Covid-19 di Kota Solo Meroket, Pemkot Solo Buka Peluang Terapkan Karantina Wilayah

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyampaikan peluang karantina wilayah atau lockdown lokal bisa diaktifkan menyusul tingginya lonjakan kasus Covid-19

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Agil Tri
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Meroketnya kasus pasien terkonfirmasi Covid-19 membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak mau tinggal diam.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyampaikan peluang karantina wilayah atau lockdown lokal bisa diaktifkan menyusul tingginya lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya.

Karantina itu akan dilakukan di wilayah penyumbang klaster pasien positif Covid-19.

Misalnya saja, karantina di wilayah Kelurahan Purwosari menyusul adanya klaster bakul tahu kupat.

8 Orang Tamu Positif Covid-19, Dua Hotel di Solo Ditutup Sementara

28 Nakes dari 3 Puskesmas di Sukoharjo Positif Covid-19, Gugus Tugas Lakukan Tracing

4 Puskesmas di Sukoharjo Ditutup, Sejumlah Pelayanan Diganti Lewat Video Call

Beredar Foto Daftar Rekomendasi PDIP di Pilkada 2020, Nama Gibran Putra Jokowi Ada di Dalamnya

Ditambah lagi, hasil tracing klaster bakul tahu kupat menemukan 15 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka diketahui pernah berkontak dengan pasien Covid-19 asal Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Selain itu, wilayah-wilayah dengan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tertinggi juga tak luput akan dikarantani mandiri.

"Karantina wilayah bisa dilakukan, tergantung RT/RW, Kelurahan Jebres mau kita cek nanti kita isolasi wilayah," kata Rudy, Kamis (16/7/2020).

"Itu termasuk Kelurahan Mojosongo, dan Kelurahan Purwosari," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved