Breaking News:

Info Kesehatan

Bahayakah Makan Berat Sebelum Olahraga Lari? Simak Penjelasannya

Olahraga lari adalah olahraga paling umum dan populer di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Selain itu, lari juga bisa membuat gaya hidup.

Editor: Reza Dwi Wijayanti
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi olahraga lari 

TRIBUNSOLO.COM - Olahraga lari adalah olahraga paling umum dan populer di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

Selain itu, lari juga bisa membuat gaya hidup semakin sehat.

sebelum lari biasanya beberapa orang memilih untuk makan karena ingin memiliki energi lebih.

Namun, ada anggapan jika sebelum lari tidak diperbolehkan makan berat karena bisa mengganggu kesehatan.

Tapi benarkah anggapan tersebut?

5 Manfaat Mayones bagi Kecantikan yang Jarang Diketahui: Membuat Kulit Semakin Flawless

5 Manfaat Manggis bagi Kesehatan Tubuh: Sumber Antioksidan hingga Mengontrol Kadar Gula Darah

Jawabnya lari setelah makan memang bisa mengganggu kinerja tubuh kita.

Hal ini karena lari setelah makan bisa menganggu sistem pencernaan kita.

Merangkum dari Medical Express, saat kita makan, tubuh akan memfokuskan aliran darah pada sistem pencernaan untuk mengekstrak nutrisi makanan. Sedangkan saat kita berlari, tubuh akan memfokuskan aliran darah pada otot.

Ketika kita berlari tepat setelah makan, aliran darah yang seharusnya difokuskan pada sistem pencernaan justru dialihkan pada otot. Ini membuat sistem pencernaan terganggu.

Terganggunya sistem pencernaan ini kemudian bisa menyebabkan diare atau sakit perut.

 

Muntah

Anda mungkin pernah mendengar orang yang sedang melakukan lomba marathon mengalami muntah di jalan. Biasanya orang muntah tersebut sebelumnya makan sebelum lari.

Ya, lari setelah makan bisa menyebabkan terganggunya penyerapan makanan dalam sistem pencernaan kita.

Gucangan tubuh yang terjadi saat berlarilah penyebab utamanya.

Sederet Manfaat Minum Air Putih Sebelum Tidur bagi Kesehatan: Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Bocah Weru yang Tewas Saat Gowes Dapat Santunan dari Jasa Raharja Rp 50 Juta

Selain bisa menyebabkan mual-muntah, berlari setelah makan juga bisa menyebabkan nyeri di bagian bawah perut.

Hal tersebut terjadi karena adanya kontraksi antara otot perut dengan otot usus akibat guncangan saat berlari.

Perhatikan waktu yang tepat

Tentunya kita tidak ingin mengalami peristiwa seperti di atas, bukan?

Untuk itu, ada baiknya kita memberi jeda setelah makan sebelum memulai aktivitas lari.

Tapi, berapa lama jeda yang harus diberikan?

Melansir dari Live Strong, waktu jeda sebelum berlari tergantung pada seberapa banyak yang kita konsumsi.

Beberapa aturannya seperti ini:

  • satu jam setelah makan kudapan kecil
  • dua hingga tiga jam setelah makan kecil
  • tiga hingga empat jam setelah makan besar

Jika ingin melakukan olahraga lari pada waktu tertentu, kita bisa mengubah jadwal makan.

Mengutip Mayo Clinic, pasca lari ada baiknya kita mengonsumsi camilan sehat seperti yougurt dan buah. Jika ingin mengonsumsi yang lebih berat, kita bisa mencoba roti lapis selai kacang atau smoothies.

Kudapan pasca olahraga ini berfungsi untuk mengisi kembali simpanan glikogen pada otot.

Selain memperhatikan asupan dan jadwal makan, kita juga perlu memperhatikan asupan cairan pada tubuh saat berlari.

Sebelum berlari, ada baiknya kita minum cukup cairan untuk menggantikan camilan ringan yang membantu memasok banyak energi.

Minum sekitar 1,5 hingga 2,5 gelas air satu jam sebelum berlari.

Minum banyak cairan membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi selama kita melakukan olahraga.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Olahraga Lari Setelah Makan Bahayakan Tubuh?"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved