Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Kenapa Suhu di Solo Lebih Dingin Akhir-Akhir Ini? Ini Penjelasan Ilmiah dari BMKG

"Bulan Juli - Agustus masuk puncak musim kemarau," Kepala Seksi Data Informasi dan Komunikasi BMKG Jateng, Iis Widya Harmoko

KOMPAS.com/Dok Pokdarwis Dieng Kulon
ILUSTRASI : Embun beku yang kerap dikenal masyaraka dengan istilah Bun Upas menyapu wilayah Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (6/7/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Solo terasa lebih dingin akhir -akhir ini khususnya pada pagi dan sore hari. 

Hal tersebut tentu dirasakan oleh semua masyarakat. 

Kepala Seksi Data Informasi dan Komunikasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng, Iis Widya Harmoko mengatakan, suhu udara yang dingin tersebut merupakan hal yang biasa. 

Menurutnya, suhu dingin tersebut merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi saat puncak musim kemarau. 

"Bulan Juli - Agustus masuk puncak musim kemarau," jelas Iis kepada TribunSolo.com, Rabu (29/7/2020). 

Selain itu, Iis menerangkan adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara yang bersifat dingin dan kering dari Australia menuju Indonesia. 

Kenapa Malam Begitu Dingin dan Siang Sangat Panas di Sukoharjo? Ini Penjelasan BPBD

Merasa Suhu Udara Lebih Dingin Akhir-akhir Ini? Begini Penjelasan BMKG

Hal itu berdampak pada penurunan suhu udara pada malam hari di Indonesia. 

"Tutupan awan yang sedikit atau bahkan tidak ada," jelas dia. 

Iis menjelaskan, Bumi butuh tutupan awan untuk pada malam hari untuk melindungi dari pelepasan panas yang diserap pada siang hari dan dilepas pada malam hari. 

"Saat melepas panas suhu jadi turun," kata dia.

"Bila ada tutupan awan masih bisa kembali," kata dia. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved