Breaking News:

Virus Corona

Presiden Jokowi Waspadai Gelombang Kedua Corona, Epidemiolog : Puncak Gelombang Pertama Belum Tampak

"Tidak tepat. Puncak gelombang pertama saja belum terlihat," kata Pandu, Selasa (28/7/2020).

TribunSolo.com/Tangkapan layar Sekretariat Presiden
Ilustrasi : Ekspresi Presiden Jokowi saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada 18 Juni 2020 silam, seperti yang baru terungkap dalam video yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6/2020). 

TRIBUNSOLO.COM – Masyarakat Indonesia harus mewaspadai datangnya gelombang kedua virus Corona.

Dilansir TribunSolo.com dari Kompas.com, hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rapat terbatas terkait postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, di Istana Bogor, Selasa (28/7/2020).

"Kita tetap harus waspada kemungkinan dan antisipasi kita terhadap risiko terjadinya gelombang kedua, second wave, dan masih berlanjutnya sekali lagi ketidakpastian ekonomi global di tahun 2021," kata Jokowi.

Menanggapi pernyataan Jokowi, pakar epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono menilai, belum saatnya mengingatkan gelombang kedua.

Alasannya, saat ini Indonesia masih belum berhasil mengatasi gelombang pertama virus corona.

"Tidak tepat. Puncak gelombang pertama saja belum terlihat," kata Pandu saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/7/2020).

Menurut Pandu, pernyataan Jokowi mengesankan seolah Indonesia sudah berhasil mengatasi gelombang pertama.

Kenyataannya, ia menilai, gelombang pertama belum terlewati.

Implikasi dari pernyataan tersebut, kata dia, bisa menjadi kontraproduktif dalam penanganan pandemi Covid-19 karena masyarakat terlena dan mengendorkan kewaspadaannya.

"Jadi masyarakat kan menerima informasi yang tidak jelas. Seharusnya mengajak masyarakat untuk terus waspada, 'Kita harus waspada, jumlah kasus sekian, waspada, boleh keluar tapi pakai masker, waspada!' Begitu kan seharusnya," kata Pandu.

Jokowi Minta Semua Pihak Waspada Kemungkinan Gelombang Kedua Covid-19 di Indonesia

Kasus Corona Sukoharjo Naik, Dua Nakes Asal Grogol Positif Covid-19, Kini Tembus 234 Kasus

WHO Sebut Corona Darurat Kesehatan Paling Parah Dibandingkan Ebola dan Flu Babi

Halaman
123
Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved