Breaking News:

Sering Diabaikan, Inilah Batas Konsumsi Daging untuk Cegah Hipertensi

Hipertensi juga kerap disebut sebagai “the silent diseases” karena kerap tidak memiliki tanda-tanda atau gejala yang dapat dilihat dari luar.

thinkstockphotos
Ilustrasi hipertensi. 

TRIBUNSOLO.COM - Kesehatan merupakan sesuatu yang mahal harganya.

Seusai penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha 2020, biasanya masyarakat langsung mengolahnya untuk dikonsumsi.

Jelang Idul Adha 2020, Dinas Pertanian Solo Cek Kesehatan Hewan Kurban, 1 Kambing Terkena Skabies

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang tak boleh diabaikan.

Bagaimana tidak, hipertensi merupakan faktor risiko utama dari perkembangan penyakit jantung dan stroke.

Hipertensi juga kerap disebut sebagai “the silent diseases” karena kerap tidak memiliki tanda-tanda atau gejala yang dapat dilihat dari luar.

Perkembangan hipertensi berjalan secara perlahan, tapi secara potensial bisa sangat berbahaya.

Untuk mencegah terjadinya hipertensi, seseorang salah satunya harus selalu menerapkan pola makan yang sehat, termasuk mengontrol batas konsumsi daging per hari.

Pertimbangkan kandungan lemak jenuh dalam daging

Di Indonesia selama ini berkembang anggapan bahwa daging kambing dapat menyebabkan hipertensi.

Hal itu memang benar adanya, tapi jika daging kambing dikonsumsi secara berlebihan atau diolah kurang sehat.

Halaman
1234
Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved