Breaking News:

Kasus Corona di Jogja Diklaim 90 Persen karena Tertular Corona saat Tengah Perjalanan ke Luar Kota

"Maka langkah paling memungkinkan sekarang memang perpanjangan status tanggap darurat," kata Heroe.

Tribunjogja.com | Hasan Sakri
ILUSTRASI : Sejumlah warga menggunakan masker saat beraktivitas di kawasan simpang empat Gading, Kota Yogyakarta, Minggu (31/5/2020). 

TRIBUNSOLO.COM - Warga Kota Yogyakarta yang terkonfirmasi positif Corona diklaim tertular di luar daerah.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyebut, secara umum masyarakat setempat yang tertular Covid-19 memiliki riwayat perjalan ke luar kota.

Untuk itu, pihaknya mendukung langkah Pemda DIY yang memperpanjang masa tanggap darurat di wilayah itu.

"Selama masih ada temuan kasus artinya penyebaran masih ada dan tentu saja keadaan belum sepenuhnya aman. Sehingga perpanjangan itu masih penting dilakukan. Kami juga melihat sebanyak 90 persen kasus di Yogya adalah riwayat perjalanan luar kota," jelasnya, Sabtu (1/8/2020).

Update Covid-19 Indonesia 1 Agustus 2020: Bertambah 1.560 Kasus, Kini Total 109.936 Kasus Positif

Nella Kharisma Tegaskan Belum Menikah, Kini Makin Mesra dengan Dory Haryanto: Intip Foto-fotonya

"Maka langkah paling memungkinkan sekarang memang perpanjangan status tanggap darurat," kata Heroe.

Di sisi lain, beberapa hari belakangan lonjakan kasus sempat meninggi. Ditambah pula dengan kondisi perguruan tinggi yang akan memasuki tahun ajaran baru, sehingga potensi kedatangan mahasiswa baru dari luar kota patut diwaspadai.

"Sehingga penguatan protokol Covid-19 harus di intensifkan termasuk juga pengawasan di lapangan," ujarnya.

Heroe mengatakan, kondisi tanggap darurat sedikit banyak juga cukup efektif untuk mengontrol mobilitas masyarakat di masa pandemi.

Pembatasan perjalanan menjadi penting untuk memutus mata rantai penyebaran secepat mungkin.

Di sisi lain, kecepatan pemerintah dalam merespon situasi juga mendapat prioritas.

Penanganan kepada pasien dan pelacakan yang akurat menjadi kunci dalam menekan jumlah kasus agar tidak semakin banyak.

"Baik itu respon penanganan kesehatan, penanganan persoalan sosial ekonominya dan penanganan anggarannya sangat penting di masa sekarang," kata dia.

1 Hewan Kurban di Tempat Penyembelihan Sapi Presiden Jokowi di Masjid Agung Solo Terjangkit Gudikan

Benarkah Ban Motor Matik Lebih Mudah Bocor? Ini Ulasannya

Pun dengan masuknya masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), Pemkot disebut dia mesti pula waspada terhadap kedatangan wisatawan di beberapa tempat wisata.

"Meskipun di Kota Yogya kasus perkembangan tidak banyak, tetapi tamu dari luar kota sudah berdatangan, baik mahasiswa maupun wisatawan, jadi mesti mendapat atensi yang lebih memang," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Wakil Wali Kota Sebut Kasus Covid-19 di Kota Yogya 90 Persen Punya Riwayat Perjalanan Luar Kota

Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved