Breaking News:

Pilkada Solo 2020

Pertimbangkan PKS, PAN Buka Pintu Jika Ingin Berkoalisi di Pilkada Solo Lawan Gibran Anak Jokowi

Sekretaris DPW PAN Jateng, Umar Hasyim menyampaikan pihaknya tidak mau main-main dalam memberikan dukungan dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

TribunSolo.com/Ryantono Puji
ILUSTRASI : Gibran dan Teguh Prakosa sempat pose bersama seusai serahkan sapi untuk kurban di kantor DPC PDIP Solo, Jalan Hasanudin Nomor 26, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Kamis (30/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Partai Amanat Nasional (PAN) masih menimang-nimang wacana kapal koalisi yang dihembuskan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada Solo 2020.

Sekretaris DPW PAN Jawa Tengah, Umar Hasyim menyampaikan pihaknya tidak mau main-main dalam memberikan dukungan dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Artinya demokrasi di Solo, jangan demokrasi seolah-olah," kata Umar kepada TribunSolo.com, Sabtu (1/8/2020).

Pilkada Solo 2020, PAN Sampaikan Belum Pasti Dukung Gibran Anak Jokowi, Begini Alasannya

Kurban 5 Sapi Disebar ke PAC PDIP Solo, Purnomo : Tidak Ada Hubungannya dengan Pilkada Solo 2020

PAN, lanjut Umar, menginginkan adanya kompetisi sehat dalam ekosistem Pilkada Solo 2020 nantinya.

"Betul-betul demokrasi yang sehat, kompetisi di dalam Pilkada betul-betul ada kompetitornya," tutur dia.

"Kompetitor yang serius, yang ada potensi menang, kalau hanya kompetitor jadi-jadian atau boneka, tidak lucu juga," tegasnya.

Selain itu, Umar masih menanti keseriusan PKS dalam membangun kapal koalisi penantang pasangan Gibran-Teguh.

Apalagi, PKS hanya memiliki 5 kursi DPRD Kota Solo dan masih membutuhkan 4 kursi lagi guna mengusung calon.

Partai-partai non-PDI Perjuangan, sebut saja Golkar, PSI, dan Gerindra pun telah menyatakan dukungan ke Gibran-Teguh.

"Kalau memang PKS serius mencalonkan di luar mas Gibran, betul-betul lobi-lobi antar partai politik lebih intens dan serius," ucap Umar.

Hentakan Kaki, Sapi Kurban Presiden Jokowi Seberat 1,03 Ton Sempat Berontak saat Akan Disembelih

Nestapa Bocah 5 Tahun di Karanganyar, Lari-lari di Area Rumah Berakhir Tewas Kecebur Sumur 15 Meter

Meski begitu, Umar mengatakan keputusan final tetap berada di tangan DPP PAN.

"Kami berbicara di internal, di tingkat lokal bisa seperti itu, sekali lagi keputusan di DPP," kata dia.

"Kalau sudah diputuskan DPP, kami tidak bisa apa-apa. Kalau melawan pun yang dipakai SK DPP, jadi percuma," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved