Breaking News:

Pilkada Solo 2020

Pilkada Solo 2020, PAN Sampaikan Belum Pasti Dukung Gibran Anak Jokowi, Begini Alasannya

Dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Pilkada Solo 2020 masih bisa beralih.

TribunSolo.com/Dok Biro Pers Sekretariat Presiden
ILUSTRASI : Gibran Rakabuming Raka saat ikut mendampingi bapaknya Joko Widodo sebelum pelantikan Presiden di Gedung DPR/MPR, Minggu (10/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Pilkada Solo 2020 masih bisa beralih.

Ya, partai matahari putih itu sempat menyatakan dukungan kepada pasangan bakal calon yang diusung PDI Perjuangan, Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa.

Dukungan itu disampaikan selang beberapa jam pasca partai besutan Megawati Soekarnoputri mengumumkan lakonnya, Jumat (17/7/2020).

Manfaat Terapi Bekam bagi Kesehatan dan Kecantikan yang Harus Kamu Ketahui: Cegah Sakit pada Otot

Kurban 5 Sapi Disebar ke PAC PDIP Solo, Purnomo : Tidak Ada Hubungannya dengan Pilkada Solo 2020

Sekretaris DPW PAN Jawa Tengah, Umar Hasyim mengutarakan dukungan terhadap pasangan Gibran-Teguh masih bisa beralih.

Itu lantaran DPP PAN sampai saat ini belum menurunkan surat keputusan (SK).

Ditambah lagi, belum ada rapat yang membahas dukungan itu di tingkat DPD Kota Solo maupun DPW PAN Jawa Tengah.

"Ini belum resmi. Kalau sesuai mekanisme, harus melalui pleno di tingkat DPD yang diperluas," kata Umar kepada TribunSolo.com, Sabtu (1/8/2020).

"Dalam pleno itu mengundang DPW, DPW memimpin rapat. Nanti hasil rapat disertai berita acara diajukan ke DPW dinawa DPP, nanti DPP yang mengeluarkan SK," tambahnya.

Umar menjelaskan DPP PAN memiliki hak prerogatif dalam menentukan bakal calon yang didukung.

Tak terkecuali, nasib dukungan kepada pasangan Gibran - Teguh dalam Pilkada Solo 2020.

4 Zodiak yang Memiliki Tanda-tanda Istri Idaman yang Baik, Salah Satunya Zodiakmu?

Nestapa Bocah 5 Tahun di Karanganyar, Lari-lari di Area Rumah Berakhir Tewas Kecebur Sumur 15 Meter

"Diputuskan DPP kami tidak bisa apa-apa, kalau melawan pun yang dipakai tetap SK DPP," jelasnya.

Menurut Umar, lobi politik saat ini tidak lagi di tingkat lokal namun sudah di tingkat DPP.

"Kalau ke DPD, ya, paling-paling jadi masukan ke DPP. Yang paling menentukan DPP," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved