Breaking News:

Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Berboncengan Ada Teorinya, Begini Caranya

Dalam teori safety riding, sewaktu berboncengan seharusnya boncenger menghadap ke depan dan bagian dadanya menyender ke punggung biker.

IST
Ilustrasi layanan GOJEK 

TRIBUNSOLO.COM - Tidak banyak masyarakat yang mengetahui ternyata berboncengan motor juga ada tekniknya. 

Hal ini untuk menjaga pengendara agar tetap aman di jalan. 

Teknik berkendara bukan hanya harus dipahami oleh pemotor, tapi juga yang dibonceng. Sebab, hal tersebut juga berpengaruh terhadap keselamatan saat di jalan raya.

Kabar Terbaru Tukang Ojek yang Menangis Motornya Dibawa Kabur Penumpang, Kini Dapat Hadiah Motor

7 Keyakinan Polisi Hingga Sebut Yodi Prabowo Bunuh Diri : Motor Terparkir Rapi, Konsumsi Amphetamine

Penumpang sepeda motor kerap dijuluki boncenger tidak bisa hanya sekadar duduk saja di jok belakang. Ada beberapa teknik yang perlu diketahui agar pengendara juga lebih nyaman saat membawa motor.

Salah satu kesalahan yang banyak dilakukan adalah boncenger duduk menjauhi pengendara. Biasanya, hal ini banyak dijumpai pada ojek online dan penumpangnya.

 Pengemudi ojek online dengan penumpangnya melintas di Jl. Prof. DR. Satrio, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pengemudi ojek online dengan penumpangnya melintas di Jl. Prof. DR. Satrio, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

 Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, hal tersebut tidak direkomendasikan. Sebab, kerenggangan antara boncenger dan biker mengurangi keseimbangan motor. Keseimbangan merupakan faktor paling krusial saat berkendara motor.

"Dalam teori safety riding, sewaktu berboncengan seharusnya boncenger menghadap ke depan dan bagian dadanya menyender ke punggung biker. Gunanya buat menyatukan distribusi bobot yang akhirnya memaksimalkan pusat gravitasi dan keseimbangan," ujar Jusri, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Jusi menambahkan, untuk pengendara dan boncenger bukan pasangan suami istri, bisa menggunakan kedua lutut bagian dalam untuk menjepit pinggul pengendara. Sehingga, gerakan pengendara bisa menyatu dengan penumpang, karena kalau tidak sesuai bisa berbahaya saat manuver.

"Teori itu bisa disikapi bijak oleh siapapun boncenger yang mau aman berkendara. Boncenger yang membekap biker dikatakan posisi ideal saat berkendara," kata Jusri. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Autodidak, Begini Teori Berboncengan Motor yang Benar", 

Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved