Breaking News:

Usia Sudah 78, Mbah Sogol Tetap Gigih Keliling Jualan Martabak: Kalau Istirahat Seperti Orang Pikun

"Anak-anak sudah meminta saya istirahat karena sudah tua, tapi saya tidak mau, kalau saya istirahat nanti saya seperti orang pikun,"

TribunSolo.com/Adi Surya
Sogol (78) berdiri di depan rumah kontrakan, Butuh RT 3 RW 3, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo, Minggu (2/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Semangat bekerjanya tak padam meski usianya telah menua.

Meski anak-anak telah memintanya untuk beristirahat di rumah, ia masih kekeh dan gigih untuk menarik gerobak martabaknya di temaram Kota Solo.

Dialah Sogol (78), warga Butuh RT 3 RW 3, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo.

Udara dingin yang menerpa raga ringkihnya tak menyurutkan langkah Sogol menarik gerobak berkeliling sejauh 5 kilometer.

Mulai dari Pasar Tanggul lalu ke Ledoksari, Widuran, SD Warga Solo sebelum akhirnya pulang ke rumahnya.

"Anak-anak sudah meminta saya istirahat karena sudah tua, tapi saya tidak mau, kalau saya istirahat nanti saya seperti orang pikun," kata Sogol kepada TribunSolo.com, Minggu (2/8/2020).

Sogol mulai berjualan martabak keliling pukul 17.30 WIB.

Cerita Mbah Sogol, Penjual Martabak Keliling dari Solo : Usia 78, Tiap Hari Dorong Gerobak 5 Km

Kisah Mbah Sogol Penjual Martabak Berusia 78 Tahun, Bermula dari Pasar Malam hingga Keliling Sendiri

Robin Hood Asal Solo, Curi Puluhan Mesin Jahit & Alat Jus, Hasil Penjualan Dikasih ke Pedagang Tua

Ia pun menarik sendiri gerobak hijaunya itu sementara istrinya di rumah mengasuh cucu-cucu mereka.

"Yang penting niat, anak-anak tidak masalah, yang penting kesehatannya dijaga," tutur Sogol.

Halaman
12
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ilham Oktafian
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved