Ceritakan Ledakan di Beirut, Dubes Lebanon Hajriyanto: Guncangan Terasa Kuat Sampai Sekitar 210 Km

Ledakan di Beirut ini mengundang perhatian besar publik dunia dan ramai ucapan bela sungkawa.

STR / AFP
Sebuah helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di pelabuhan ibukota Lebanon, Beirut, pada 4 Agustus 2020. Beberapa negara di dunia menawarkan bantuan kemanusiaan pada Lebanon pascaledakan di Beirut, Selasa (4/8/2020). Termasuk musuh bebuyutan, Israel. 

TRIBUNSOLO.COM - Beberapa waktu lalu terjadi ledakan besar di Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8/2020) pukul 06.07 sore waktu setempat.

Kabar terbarunya ketika berita ini dibuat, korban tewas meningkat dari 78 menjadi 135 orang.

Lakukan Prewedding, Calon Pengantin Ini Justru Tak Sengaja Rekam Detik-detik Ledakan di Beirut

Ledakan di Beirut ini mengundang perhatian besar publik dunia dan ramai ucapan bela sungkawa.

Betapa tidak? Ledakan yang berlokasi di kawasan pelabuhan itu mengguncangkan seluruh ibu kota, mengguncang bangunan, dan menimbulkan korban tewas.

Dilansir dari tayangan Youtube Tribunnews, Duta Besar Republik Indonesia di Lebanon Hajriyanto Y Yhohari menjelaskan kondisi Beirut saat ini.

"Saat ini sudah relatif tenang, dan tidak terjadi kepanikan seperti kemarin sore sampai malam (Selasa 4 Agustus) " jelasnya dalam tayangan Youtube Tribunnews Rabu (5/8/2020).

Hijriyanto menjelaskan peristiwa ini diawali dengan adanya guncangan besar yang dirasakan dari Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berjarak sekitar 7,5 Km.

"Peristiwa ini didahului dengan guncangan hebat seperti gempa bumi kemudian disusul ledakan sangat keras" jelasnya.

Ia menambahkan guncangan ini terjadi begitu keras terasa.

"Guncangannya masih terasa kuat sampai di Siprus Lebanon yang berjarak sekitar 210 Km" tambahnya.

Untuk kondisi WNI di Lebanon terdapat satu korban luka yang telah berhasil dikontak KBRI dan saat ini dalam kondisi stabil serta dapat berkomunikasi dengan baik.

Seorang WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfirmasi aman.

Berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat.

Dalam catatan KBRI Beirut, terdapat 1.447 WNI, 1.234 diantaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved