Breaking News:

Rebutan Umbul Cokro Klaten

Asal Usul Aliran Sumber Air Cokro Klaten ke Solo yang Menjadi Polemik Antara Pemkab vs Pemkot

Sejarawan Heri Priyatmoko menyebut Klaten bisa dikatakan sebagai salah satu 'juru selamat' dalam urusan air.

TribunTravel.com/Arif Setyabudi
ILUSTRASI SUMBER AIR : Umbul Manten di Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Objek mata air atau Umbul Cokro di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten tidak bisa dipungkiri telah membantu suplai air bagi kehidupan masyarakat hampir seabad di Solo Raya.

Sejarawan Heri Priyatmoko menyebut Klaten bisa dikatakan sebagai salah satu 'juru selamat' dalam urusan air.

Dalam dokumen Kabar Paprentahan (1932) diketahui bahwa Klaten tempo dulu sohor sebagai wilayah sing tumumpang banyu (berlimpah air) dibandinding daerah tetangganya.

Satu di antaranya mewujud dalam umbul Cokro Tulung.

Pemkab Klaten Sebut Cokro Sudah Tercatat di Bondo Desa, Pemkot Solo : Silahkan Saja

Polemik Mata air Cokro Klaten, Pemkot Solo Klaim Hanya Urus Sertifikat Hak Pakai: PBB Terus Dibayar

"Namun detik itu, neraca sejarah menimbang bangsa pribumi kalah pintar dengan bangsa kulit putih untuk urusan teknik macam pipa air dan turbin," terang Heri kepada TribunSolo.com, Sabtu (8/8/2020).

Dituturkan Heri, manajemen air di Kota Solo mulai terbangun sekira tahun 1926 dengan kehadiran NV Hoogdruk Waterleiding.

Itu merupakan perusahaan air minum tekanan tinggi yang mengusahakan adanya air ledeng yang mengalir ke rumah-rumah warga.

Sumber airnya berasal dari Umbul Cokro Tulung.

Itu termaktub dalam Babad Sala.

Halaman
12
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved