Breaking News:

Meski Sama-sama Berkualitas, Ini Alasan Mobil Bekas Pabrikan Jepang Lebih Laris Ketimbang Eropa

Di tengah pandemi ini, penjualan mobil bekas dengan harga di bawah Rp 100 juta mengalami peningkatan.

KOMPAS.COM/Ari Purnomo
Seorang pengunjung melihat deretan mobil bekas yang dipajang di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (15/12/2019). 

TRIBUNSOLO.COM - Mobil bekas menjadi pilihan sebuah keluarga dalam memilih kendaraan.

Berbagai pilihan mobil bisa menjadi bahan pertimbangan dalam memilihnya.

Daftar Harga Mobil Bekas di Bawah Rp 40 Juta Terbaru Agustus 2020, Bisa Bawa Pulang BMW

Daftar 10 Mobil Bekas dengan Harga Rp 40 Jutaan, Bisa Dapat Honda Accord VVTi

Di tengah pandemi ini, penjualan mobil bekas dengan harga di bawah Rp 100 juta mengalami peningkatan.

Peningkatan terjadi pada kendaraan roda empat yang rata-rata usianya sudah tidak lagi muda dan didominasi dari pabrikan Jepang.

Banyak konsumen yang cenderung memilih membeli mobil asal pabrikan Jepang, tentunya dengan berbagai pertimbangan.

Mulai ketersediaan suku cadang, perawatan yang dinilai lebih mudah, serta harga komponen dianggap lebih murah dibandingkan mobil pabrikan Eropa.

Kondisi inilah yang kemudian membuat keberadaan mobil asal benua biru tidak begitu diminati oleh konsumen terlebih bagi para pembeli pemula.

Ini Motif Pria asal Laweyan Nekat Curi Mobil Operasional BRI Solo

Herjanto Kosasih, Senior Manager Marketing Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, mengatakan, saat ini penjualan mobil bekas memang mengalami peningkatan.

Hanya saja, kenaikan penjualan itu hanya terjadi pada mobil bekas dari pabrikan Jepang, dan tidak termasuk mobil-mobil Eropa.

“Mobil dari pabrikan Eropa bukan belum ada (kenaikan), tapi beli sparepart-nya mahal dan ini tetap menjadi pertimbangan pembeli,” ujarnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved