Breaking News:

Solo KLB Corona

Pembelajaran Tatap Muka Segera Dimulai, Bupati Sragen Yuni : Sekolah Jangan Sampai Jadi Klaster Baru

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, akan segera menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.

TribunSolo.com/Istimewa
ILUSTRASI : Lulu Kartika, guru Kelas IV SDN Sigit 3 di Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen saat mengajar siswanya di rumah mereka akibat pandemi Corona. 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Sekolah di Kabupaten Sragen diharapkan tidak menjadi klaster Corona karena akan segera menerapkan tatap muka di kelas.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, akan segera menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.

Hal tersebut ia sampaikan ketika menyerahkan e-KTP kepada masyarakat yang baru memiliki e-KTP dengan kisaran umur 17, 18, 19 di Kantor Kecamatan Jenar, Sabtu (8/8/2020).

Peringatan 100 Hari Meninggalnya Didi Kempot, Endah Laras hingga Sruti Hibur Penonton via Virtual

Puluhan Ribu Buruh di Jateng Terancam Gigit Jari Tak Dapat Rp 600 Ribu dari Pemerintah, Ini Sebabnya

"Insya Allah akan ada proses belajar mengajar, karena sudah banyak anak-anak yang menanyakan ke saya kapan mulai sekolah. Senin akan kita bicarakan," kata Yuni.

Bupati menyampaikan tidak mudah mengatur anak-anak agar tidak berkerumun ketika proses belajar tatap muka akan berlangsung dan sulit pula tidak melakukan kontak fisik dan sulit dikendalikan.

Pihaknya tentu berharap tidak ada klaster baru, yakni klaster sekolah karena diperkirakan persebaran virus Corona akan lebih cepat jika di sekolahan.

"Jangan sampai ada klaster baru sekolah jika sudah mulai masuk. Persebaran virus akan lebih cepat jika disekolah, kita bari akan formulasi yang tepat agar belajar nyaman dan anak-anak tetap terlindungi," katanya.

Bupati menyampaikan dimungkinkan sekolah akan berlangsung selama 3 hari dalam sepekan.

Jam pelajaran pun akan dipadatkan sehingga akan pulang siang atau lebih cepat.

"Pelajaran mungkin sampai pukul 13.00 jadi kita padatkan. Tentu kami bertanggungjawab memberi perlindungan anak-anak agar tidak terkena virus corona, insya Allah secepatnya," katanya.

Dalih Tawarkan Pemeriksaan Kesehatan hingga Cek Tensi Darah, Penipu Berkeliaran di Serut Sukoharjo

Ahli Sebut Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test : Sudah Terbukti di Korea Selatan  

Halaman
12
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved