Bangun Sepeda Modal Rp 1 Juta Sudah Ditawar 4 Juta, Inilah Penampakan Sepeda Kayu Buatan Kartasura

Modal Hanya Rp 1 Juta Sudah Ditawar 4 Juta, Inilah Penampakan Sepeda Kayu Bikinan Sukoharjo

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Aji Bramastra
TribunSolo.com/Agil Tri
Sepeda Kayu Kebo buatan Teguh Rahayu (49) warga Grogolan, Kelurahan Pucangan, Kartasura, Sukoharjo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Berawal dari melihat berita, Teguh Rahayu (49) warga Grogolan, Kelurahan Pucangan, Kartasura, Sukoharjo memiliki ide kreatif.

Memanfaatkan kayu bekas yang tidak terpakai, dia membuat kerajinan sepada kayu yang sangat unik.

Perut Lapar, Pegowes Ini Mampir Makan di Rumah yang Ia Kira Warung, Betapa Malunya saat Mau Bayar

Lengkap, Daftar Harga Sepeda Lipat United, Polygon, Pacific dan Element Terbaru Juli 2020

Sejak Mei 2019 lalu, dia sudah menyelesaikan empat sepeda kayunya.

Dan baru-baru ini, sepeda kayu model sepeda kebo telah rampung ia kerjakan.

Sepeda kayu tersebut sudah ia coba untuk gowes, untuk memastikan sepedanya aman untuk dikendarai.

Keunikannya ini pun juga menarik minat masyarakat, untuk mengetahui berapa nilai dari sepeda kayu buatan Teguh.

"Kalau ditawar sudah ada, tapi belum deal," katanya, Selasa (11/8/2020).

Teguh mengaku akan menjual sepedanya diatas harga Rp 5 juta.

"Kemarin yang menawar paling tinggi Rp 4 juta, tapi saya belum melepasnya," imbuhnya.

Lalu, berapa modal Teguh untuk membuat sepedanya yang sudah ditawar orang Rp 4 juta itu?

Teguh mengatakan, ada sejumlah kerumitan dalam pembutan sepeda kayu miliknya tersebut.

"Pembuatan dalangan sepeda dan rodanya itu cukup sulit." ucapnya.

"Tapi utamanya, saya lebih terkendala di pembelian sparepartnya," katanya.

Teguh mengatakan, modal cukup tinggi, lantaran harga sparepart sepeda sendiri, saat ini juga ikut naik.

"Saya beli sparepartnya di Pasar Klitikan, kalau ditotal, saya habis Rp 1 jutaan untuk pembuatan sepeda ini," terangnya.

Untuk bahan baku kayu sendiri, dia mengaku tidak ada kendala.

Karena banyak limbah kayu, yang bisa dia manfaatkan yang berada disekitar rumahnya.

"Kayunya macem-macem, ada jati, mahoni, pokoknya yang ada disekitar rumah, dan bisa dimanfaatkan," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved