Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

200 Pelaku UMKM Serbu Kantor Dinas Perdagangan Klaten Tanya Soal Bantuan Sosial Covid-19 Rp 2,4 Juta

Bantuan sosial produktif senilai Rp 2,4 juta yang digelontorkan pemerintah pusat bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai diburu.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
ILUSTRASI PELAKU UMKM : Pompie Yulius seorang pelaku UMKM bidang konveksi dan sablon kaos di Dukuh Kebon Agung RT 03 RW 01, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Kamis (7/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Bantuan sosial produktif senilai Rp 2,4 juta yang digelontorkan pemerintah pusat bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai diburu, termasuk di Kabupaten Klaten.

Sejumlah pelaku UMKM mendatangi Kantor Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disdagkop dan UMKM) Kabupaten Klaten.

Kepala Seksi Bidang Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Disdagkop dan UMKM Kabupaten Klaten, Raden Rara Etik Purwantari mengatakan hingga Rabu (12/8/2020), total pelaku usaha yang mendatangi kantor Dinas Disdagkop dan UMKM Klaten sekira 200-an orang.

"Kami sudah mendapat informasi tersebut, sampai saat ini ada sejumlah 200san pelaku usaha ke kantor kami," kata Etik, Rabu (12/8/2020).

Dituturkan Etik, para pelaku UMKM yang datang kebanyakan memastikan mekanisme pengajuan bantuan sosial produktif.

Meski, ada juga yang langsung menyerahkan berkas-berkas pengajuan bantuan tersebut.

Warga Solo Berduyun-duyun Ajukan Bantuan UMKM Rp 2,4 Juta, Antrean Mengular hingga Ada yang Menginap

BREAKING NEWS : Tercebur ke Sungai, Bocah SD Dikabarkan Hanyut Terbawa Arus Bengawan Solo

Pengakuan Driver Ojol Jadi Relawan, Apa yang Dirasakan Usai Disuntik Vaksin Covid-19?

"Kebanyakan masyarakat datang ke sini untuk memastikan mekanisme pengajuan bantuan ini," tuturnya.

Soal penyaluran bantuan itu, Etik menyampaikan pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksana dan teknis dari pemerintah pusat.

"Sementara ini, berkas yang sudah dikumpulkan ke kami, kami simpan dulu, jika nanti pedoman petunjuk sudah turun, nanti akan proses," akunya.

Terpisah, Danny (49), seorang penjual kaki lima (PKL) keliling mengaku datang ke kantor Disdagkop dan UMKM Kabupaten Klaten lantaran ingin konsultasi terkait berkas-berkas yang harus ditumpuknya.

Lebih lanjut, ia berharap jika bantuan yang dicanangkan kementerian tersebut segera cair dan dapat digunakan untuk menambah modal usahanya.

"Saat ini, saya tanya-tanya ke kantor, apa yang perlu saya kumpulkan, rencana besok datang kesini lagi, membawa berkas-berkas saya," singkat Danny. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved