Berita Sukoharjo Terbaru

Kemarau Panjang Melanda Sukoharjo, Petani Ikan di Waduk Mulur Panen Nila Lebih Awal

"Saya panen lebih awal, karena produksi ikan nila dipengaruhi kondisi cuaca," imbuhnya.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ilham Oktafian
TribunSolo.com/Agil Tri
Ilustrasi Waduk Mulur di Kecamatan Bendosari, Sukoharjo pada Minggu (16/8/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sejumlah petani ikan nila di Waduk Mulur, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo mulai memanen ikan di tambak mereka.

Langkah tersebut dilakukan lantaran para petani khawatir ikan mereka akan mati mengingat cuaca yang memasuki kemarau panjang.

Anggota kelompok petani keramba ikan Mina Makmur, Marwan mengatakan, memasuki musim kemarau ini ikan akan lebih mudah mati.

"Musim kemarau ini membuat kandungan oksigen di dalam air berkurang," katanya, Minggu (16/8/2020).

Dampak Kemarau Mulai Terasa di Sukoharjo, 2 Dukuh Krisis Air Bersih 

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2020, BPBD Klaten Petakan Wilayah Terdampak

Kenapa Solo Tiba-tiba Hujan Deras Saat Musim Kemarau : Hujan Diprediksi Hanya 2 Hari

Untuk menghindari kerugian, pihaknya sudah memulai memanen ikan dikarambanya sejak awal Agustus kemarin.

"Saya panen lebih awal, karena produksi ikan nila dipengaruhi kondisi cuaca," imbuhnya.

Dari ramalan cuaca, puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus ini, namun di sejumlah daerah sudah mulai turun hujan.

Biasanya, dalam sekali panen, para petani bisa memanen hingga 6 ton ikan nila.

Hasil panen mereka jual ke pengepul yang datang, atau mereka jual sendiri ke Pasar dan rumah makan yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

Dia menambahkan potensi pengembangan keramba ikan di Waduk Mulur cukup tinggi.

Paling tidak dapat menyuplai kebutuhan ikan nila di Sukoharjo. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved