Bakal Ada Pendidikan Militer untuk Mahasiswa, Kemenhan : Jika Negara Perang, Mereka Siap Bertempur

Bahkan Kemenhan tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUN/SETPRES/AGUS SUPARTO
ILUSTRASI : Kapal perang Usman Harun di Puslabuh TNI AL d Selat Lampa, Natuna, Rabu (8/1/2020). 

TRIBUNSOLO.COM - Mahasiswa di Indonesia diproyeksikan bakal mengikuti pendidikan militer yang direncanakan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Bahkan Kemenhan tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kerja sama ini guna merekrut mahasiswa terlibat dalam latihan militer melalui program bela negara.

"Nanti, dalam satu semester, mereka bisa ikut pendidikan militer, nilainya dimasukan ke dalam SKS yang diambil," terang Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2020).

"Ini salah satu yang sedang kita diskusikan dengan Kemendikbud untuk dijalankan," ujarnya menekankan.

Hajatan Mulai Banyak di Tengah Kondisi Masih Pandemi, Bikin Kasus Covid-19 di Sragen Terus Meroket

Viral Billboard Giring eks-Nidji Mantap Maju Pilpres 2024, Begini Dukungan Cynthia Riza untuk Suami

Trenggono menjelaskan, langkah tersebut merupakan upaya pemerintah agar generasi milenial tak hanya hanya kreatif dan inovatif.

Tetapi juga cinta bangsa dan negara dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kecintaan generasi milenial terhadap negara juga bisa ditunjukkan dengan bergabung dalam komponen cadangan (Komcad).

Hal itu sesuai amanat dari Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Dia menegaskan, bahwa Komcad merupakan bukan program wajib militer.

Menurut Trenggono, itu hanya kesadaran dari masyarakat yang ingin membela negara jika terjadi perang.

Karena itu, jika masyarakat ingin bergabung, akan difasilitasi dengan diberikan pelatihan selama beberapa bulan.

"Usai latihan dikembalikan ke masyarakat. Jika negara dalam keadaan perang, mereka siap bertempur," katanya.

Rich Brian Mengaku Lebih Nyaman Bikin Lagu saat Berada di Indonesia Enggak Ada Tekanan Sama Sekali

Aksi Pencuriannya Dapat Digagalkan Satpam, Rupanya Maling Menginap di Toko untuk Curi Pakaian Dalam

Selain itu, Trenggono juga mengatakan, salah satu yang menjadi perhatian adalah Indonesia akan memasuki era bonus demografi mulai 2025 hingga 2030 yang ditandai dengan dominannya penduduk usia produktif.

Menurutnya, kelompok milenial akan mengisi bonus demografi tersebut sehingga perlu disiapkan untuk menggerakkan perekonomian bangsa di masa depan.

"Kepada para milenial, selalu belajar dan berkompetisi. Jangan kalah dengan milenial di luar negeri.

Bikin inovasi dan lain sebagainya yang bisa membawa harum nama bangsa dan bermanfat bagi masyarakat," terang dia.

"Kita yang sudah senior selalu akan memberi ruang dan fasilitas untuk generasi berikutnya berkompetisi," ungkap Trenggono. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kemenhan Jajaki Pendidikan Militer untuk Mahasiswa

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved