Tragis Nasib Anjing-anjing Peliharaan di Korut, Disita Pemerintah Kim Jong Un untuk Dimasak Restoran

Kim Jog Un memberikan perintah itu untuk meredam ketidakpuasan publik di tengah situasi ekonomi yang semakin kolaps, termasuk kekurangan pangan.

Editor: Hanang Yuwono
AFP/STR/KCNA MELALUI KNS
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara dalam pertemuan Biro Politik Komite Sentral Komite Sentral Partai Buruh Korea (WPK) di Pyongyang. Foto diambil pada Sabtu (11/4/2020) dan dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). 

TRIBUNSOLO.COM -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali menunjukkan kediktorannya sebagai penguasa.

Ia memerintahkan agar anjing peliharaan disita dan diserahkan ke restoran untuk dimasak.

Kim disebut-sebut memberikan perintah itu untuk meredam ketidakpuasan publik di tengah situasi ekonomi yang semakin kolaps, termasuk kekurangan pangan.

Update Kasus Covid-19 Indonesia, 18 Agustus 2020 : Tambah 1.673 Kasus, Kini Total Jadi 143.043 Kasus

Kim Jong Un Beri Ucapan Selamat pada Presiden Jokowi dan Rakyat Indonesia atas HUT ke-75 Indonesia

Anjing peliharaan diilaporkan hanya dimiliki oleh orang kaya maupun pejabat berpengaruh Korea Utara di ibu kota Pyongyang.

Hewan itu disebut sebagai "simbol kemerosotan yang dibawa duniat Barat", di mana warga lainnya hanya memelihara babi atau pun hewan ternak lainnya.

Pada Juli lalu, Kim Jong Un mengeluarkan larangan kepemilikan hewan peliharaan, di mana dia menyebutnya sebagai "tren dari ideologi burjois".

Sumber kepada harian Korea Selatan Chosun Ilbo mengungkapkan, aparat Korut memaksa warga yang kedapatan mempunyai anjing untuk menyerahkannya.

Atau jika mereka menolak, pihak keamanan akan menyitanya di mana ada sebagian yang dijual ke kebun binatang milik negara.

Ada juga yang dilaporkan diserahkan ke restoran khusus daging anjing, sehingga canine itu bisa diolah, dilansir Sky News Senin (17/8/2020).

Masakan berbahan daging anjing cenderung populer di China dan Semenanjung Korea, meski konsumsinya kini dilarang di Korea Selatan.

Sumber tersebut menerangkan, para pemilik jelas hanya bisa mengutuk Kim Jong Un dari belakang, tanpa bisa melakukan apa pun.

"Orang biasa beternak babi di beranda mereka. Namun orang kaya memelihara anjing, yang jelas memicu kebencian," papar sumber itu.

Praktik memelihara hewan seperti anjing mulai melunak ketika Korut menjadi tuan rumah Festival Anak Muda dan Pelajar Dunia pada 1989.

Setelah berdasarkan laporan Chosun Ilbo, orang-orang berpengaruh di Pyongyang mulai menggalakkan tren itu sebagai simbol status mereka.

Langkah yang dikeluarkan Kim Jong Un tersebut dipuji pemerintah sebagai upaya untuk melindungi negara dari "nilai Barat yang merosot".

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Kim Jong Un Perintahkan Anjing Peliharaan Disita dan Diserahkan ke Restoran

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved