Rina Iriani Bebas
Beginilah Kondisi Proyek Perumahan yang Memenjarakan Rina Iriani, Banyak Rumah Terbengkalai
Beginilah Kondisi Proyek Perumahan yang Memenjarakan Rina Iriani, Banyak Rumah Terbengkalai
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Aji Bramastra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Nama Perumahan Griya Lawu Asri (GLA) yang menyeret mantan Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih tidak lagi bisa ditemui di kawasan Desa Jeruk Sawit, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.
Beberapa warga di kawasan tersebut begitu asing dengan sebutan perumahan itu.
• 6 Tahun Ditahan Kasus Korupsi, Mantan Bupati Karanganyar Rina Pulang dari Penjara Naik Alphard
• Begini Kondisi Rumah Eks Bupati Karanganyar, Rina Iriani: Masih Ada yang Merawat
Pasalnya, nama perumahan GLA kini telah berganti menjadi Perumahan Jeruk Sawit Permai.
Penggantian nama itu terjadi pasca Perum Perumahan Nasional Regional V Solo mengambil alih pengembangan sejak 2013.
Sejumlah tipe bangunan didirikan dan dipasarkan di lahan seluar 18 hektare.
Itupun terbagi ke dalam beberapa sektor.
Dari pantauan TribunSolo.com, ratusan rumah masih belum dihuni dan beberapa diantaranya terpampang tulisan 'dijual' ataupun 'dikontrakan'.
Tumbuhan ilalang semak liar masih dapat dijumpai di beberapa rumah yang ada di Perumahan Jeruk Sawit Permai.
Meski banyak rumah yang terlihat mangkrak dan tidak ditempati, tapi seorang warga, Rozi (50) menyampaikan rata-rata rumah sebetulnya sudah laku.
Hanya saja, rumah-rumah itu belum ditempati.
"Ada yang belum ditempati mungkin karena invest nyari kenaikan harga, rata-rata sudah laku," tuturnya kepada TribunSolo.com, Kamis (20/8/2020).
Warga yang sudah bermukim kurang lebih 3 tahunan itu menilai lingkungan di Perumahan Jeruk Sawit Permai enak.
"Di sini kebetulan jalannya itu lebar, lingkungan juga enak, dari harga gak begitu mahal," ujar dia.
"Orang-orang yang uangnya pas dan butuh papan, di sini cocok banget," tambahnya.
Diungkapkan Rozi, cicilan bulanan yang dibayarnya berada di kisaran Rp 800 ribu.
"Ya, antara Rp 800 ribu per bulan, itu termasuk ringan," ungkapnya.
Perumahan Jeruk Sawit sendiri dihuni masyarakat beragam latar belakang, tak hanya aparatur sipil negara (ASN).
"Ada yang perawat rumah sakit, di sini ada juga guru, ada juga yang swasta," tutur Rozi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/rumah-jeruk-sawit-permai-proyek-bupati-karanganyar-rina-ariani.jpg)