Breaking News:

Pilkada Solo 2020

Pengamat Politik Sebut PKS Bakal Jadi Lawan Berat Gibran-Teguh di Pilkada Solo, Ini Alasannya

"Lawan tanding Gibran paling berat PKS," ucap Agus kepada TribunSolo.com, Minggu (23/8/2020).

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ilham Oktafian
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Kantor DPD PKS Solo yang berada di Jalan Slamet Riyadi Nomor 534B, Kecamatan Laweyan, Solo, Selasa (30/4/2019).  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum bisa ditepikan begitu saja dalam kontestasi Pilkada Solo 2020.

Meski hanya mengantongi 5 kursi, partai besutan Sohibul Iman itu masih bisa menghadirkan kejutan dalam penyelanggaran pesta lima tahunan itu.

Pengamat Politik dan Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret (UNS) Kota Solo, Agus Riewanto menilai PKS bisa menjelma menjadi lawan berat bagi pasangan bakal calon yang berlaga.

Tak terkecuali, pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa yang sampai saat ini sudah panen dukungan partai parlemen.

"Lawan tanding Gibran paling berat PKS," ucap Agus kepada TribunSolo.com, Minggu (23/8/2020).

Apalagi PKS sampai saat ini belum memastikan sikap politiknya apakah akan bergabung dengan poros Gibran-Teguh atau pasangan bakal calon perseorangan, Bagyo Wahyono - FX Supardjo (Bajo).

"Dia (PKS) melakukan high-politics. Melakukan perlawanan. Tidak melakukan koalisi," kata Agus.

"Tidak berkoalisi karena kalau berkoalisi tidak ada teman, dia keluar dari mekanisme itu," tambahnya.

Ditinggal Sendirian di Pilkada Solo 2020, PKS Pertimbangkan Tak Pilih Poros Gibran atau Bajo ?

PKS Puji Paslon Independen Lolos Verifikasi Pilkada Solo 2020, Sebut Bajo Hebat 

Tinggal Tersisa PKS Solo yang Tak Dukung Gibran Putra Jokowi, Ini Kata Ketua DPD Ghofar Ismail

Agus menduga bisa saja PKS tidak mendukung salah satu poros pasangan bakal calon itu.

Ditambah lagi, sikap tersebut akan diikuti konstituen partai itu.

"Dugaan saya, PKS sebagai partai kader, dia tidak mungkin mendukung Gibran dan Bajo," duga dia.

"Langkah sederhana yang mungkin dilakukan mengajak tidak memilih keduanya, kecuali ada pendekatan yang luar biasa," imbuhnya.

Disamping itu, Agus menilai tidak ikut dalam koalisi sebagai cara perlawanan sistematis yang dilakukan PKS.

"PKS tidak ikut berkoalisi dan memilih di luar mekanisme Pilkada, itu cara perlawanan sistematis," ucapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved