Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Cerita Ustaz Abdul Somad Honor Rp 400 Juta dari YouTube Bukan untuk Perkaya Diri, Semua Disumbangkan

Ustaz Abdul Somad memonetisasi channel YouTube, kini penghasilannya capai ratusan juta. Uang itu semuanya ia sumbangkan untuk fakir miskin.

Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Rifatun Nadhiroh
DOK PRIBADI via SERAMBINEWS.com
Ustaz Abdul Somad 

TRIBUNSOLO.COM -- Profesi YouTuber terbukti menjanjikan.

Setidaknya, hal itu diamini oleh pendakwah kondang Indonesia, Ustaz Abdul Somad.

Selama ini UAS, panggilan akrab Ustaz Abdul Somad memang menggunakan berbagai platform media sosial untuk berdakwah.

Ustaz Abdul Somad Mengaku Tak Patok Tarif Ceramah, Baru Saja Resmikan Bisnis Baru Berupa Kafe

Jawaban Ustaz Abdul Somad Saat Ditanya Hotman Cara Lepaskan Duniawi : Sampai Mulutmu Disumbat Tanah

Ceramah UAS cukup banyak tersedia di media sosial, seperti YouTube, Facebook, maupun Instagram.

Dalam ceramahnya, pendakwah dan ulama asal Pekanbaru, Riau ini sering mengulas berbagai macam persoalan agama, khususnya kajian ilmu hadits dan Ilmu fikih.

Ustadz Abdul Somad (UAS)
Ustadz Abdul Somad (UAS) (Kolase TribunNewsmaker/Instagram Ustadz Abdul Somad)

UAS begitu cepat populer karena gaya ceramahnya yang lugas, mudah dimengerti, dan jenaka.

Ustaz Abdul Somad juga mengelola sendiri channel Youtubenya yang bernama Ustadz Abdul Somad Official.

Dalam channel YouTube tersebut, UAS membagikan video-video tentang dakwah di berbagai kota hingga luar negeri

Pantauan TribunSolo.com, channel YouTube UAS sampai saat ini sudah memilki subscriber hingga 1,1 juta.

Jumlah penonton tiap videonya pun tak sedikit, bisa dibayangkan berapa uang yang masuk ke rekening UAS tiap bulannya berkat konten YouTube.

Dai asal Riau ini beberapa waktu lalu blak-blakan soal penghasilannya dari YouTube bisa mencapai Rp 400 jutaan.

Namun uang dari YouTube itu ternyata tidak digunakan UAS untuk membeli barang-barang mahal atau masuk ke dompetnya.

UAS memilih memberikan penghasilannya itu untuk fakir miskin.

Sebagaimana hal tersebut diungkapkan UAS saat ceramah di acara bersama Forum Komunikasi Advokat Sumatera Utara di Grand Inna Hotel Medan, Selasa 11 Agustus 2020.

“YouTube yang baru saya urus sendiri baru satu tahun ini totalnya dapat sekitar Ro 400 juta."

"Duit semuanya habis untuk dibelikan sembako tiap bulan dan dibagikan untuk fakir miskin,” kata UAS, dalam sebuah video.

UAS juga menyebut warganet yang menonton video di YouTube-nya bisa sekaligus melakukan dua kebaikan.

Sebab, mereka selain menuntut ilmu juga ikut bersedekah.

“Jadi kalau bapak ibu nonton YouTube pangajian saya itu sama dengan membeli sembako yang dibagikan ke fakir maskin,” kata UAS.

Selain itu, beberapa waktu lalu UAS sendiri menyatakan jika ia tak pernah mematok tarif ketika berceramah.

Hal itu menanggapi pertanyaan publik soal berapa sih tarif UAS sekali diundang atau apa saja syarat dipenuhi untuk mengundangnya?

UAS sendiri pernah menjawab pertanyaan itu beberapa waktu lalu.

"Apakah pihak Ustaz Somad menentukan nominal tarif untuk undangan ceramah?"

Demikian pertanyaan yang ditulis seseorang pada selembar kertas yang dibacakan Ustadz Somad di hadapan para jamaah saat menghadiri undangan organisasi kemasyarakatan Islam.

Lalu apa jawaban UAS?

"Sampai sekarang, belum lagi. Sebelum saya tentukan (tarif) ini, undanglah. Tapi kalau saya sudah tentukan (tarif), payahlah yang ngundang," kata dia disambut tawa jamaah.

Hingga saat ini, dia mengaku tak pernah memasang tarif saat diundang.

Dirinya malah senang ketika banyak yang mengundang.

Selanjutnya, ada juga pertanyaan yang sepertinya bukaan dari jamaah di hadapannya, saat itu.

Pertanyaannya adalah soal fasilitas ketika diundang.

"Ustadz Somad, katanya kalau penceramah ini diundang minta tiket pesawatnya 3, harus kelas eksekutif, harus Garuda, Lion tak mau karena delay," demikian pertanyaan itu yang keluar langsung dari mulut ustadz alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir dan Institut Dar Al-Hadits Al-Hassania, Maroko tersebut.

Lalu dijawab dia, "Saya ndak. Mau aja orang mengundang kita menyampaikan ayat-ayat Allah ini, alhamdulillah. Mestinya kita yang datang. Lalu dia bawa kita. Mestinya saya datang ke rumah ini, tapi kemudian diundang keluarga besar Hidayatullah, alhamdulillah."

Pada kesempatan itu, UAS menyindir sebagian dai yang dikontrak stasiun televisi.

Berbeda dengan dirinya yang hingga kini memilih tak masuk tivi.

"Insya Allah, saya tak masuk tivi. Ustadz Abdul Somad akan kami kontrak sekian episode. Aku tak mau kontrak, nanti saya jadi lelaki kontrakan," kata dia.

Lanjut, "Kalau kebetulan saya ke Jakarta, kalian mau ajak saya (ceramah) subuh karena subuh kosong, kalian jemput saya ke hotel, oke," ucap UAS.

Ustadz Somad mengaku enggan dikontrak stasiun televisi karena dirinya tak suka diatur-atur dalam ceraham.

Terlebih lagi harus di-makeup pihak tertentu.

"Tapi, kalau saya dikontrak, pakai pakaian begini, harus di-makeup, nanti tangannya harus begini, begini, aku tak bisa dibuat-buat gayanya. Kalau kalian mau ikut gayaku, ikut aku. Tak mau? Ya, udah. cari yang lain," tegasnya.

UAS yang mengaku tak mau ambil keuntungan dari dakwah, lalu darimana sumber pendapatannya?

Ternyata, selain menjadi penceramah, UAS juga dikenal sebagai pebisnis.

Beberapa waktu lalu ia bahkan baru saja meresmikan bisnis barunya di Jambi.

Di Jambi, UAS berbisnis aneka aksesoris Islami dan juga makanan.

Makanan yang dijual pun seperti kurma, nasi kebuli, kopi dan lain sebagainya.

Ustaz Abdul Somad lantas membagikan momen ketika ia meresmikan bisnisnya tersebut.

"Grand Opening UAS Original Store and Cafe.
Jambi.

Untuk Reservasi Hubungi: 0823 9755 0895

Baju, Topi, dll.

Menu:
Macam2 Kopi
Chocolate Kurma
Nasi Briyani, Kebuli, Mabdy, Kabsah," tulis UAS.

Sejumlah jemaah di kolom komentar pun terlihat cukup antuasias membeli dagangan UAS di Jambi.

Selain kafe, UAS juga memiliki sederet bisnis lainnya.

Antara lain toko buku dan pakaian Muslimah. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved