Breaking News:

Virus Corona

Ada 37 Bakal Calon Kepala Daerah Positif Covid-19, Epidemiolog: Besar Sekali Potensi Menjadi Klaster

Persiapan di tengah pandemi Covid-19 ini membuat sejumlah bakal calon ditengarai positif terpapar virus corona.

Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi Pilkada 

TRIBUNSOLO.COM - Tahapan proses pelaksanaan Pilkada 2020 serentak berjalan di tengah pandemi Covid-19.

Pada hari Minggu (6/9/2020) menjadi hari terakhir pendaftaran bakal calon kepala daerah ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah masing-masing.

Joswi Targetkan Menang di Atas 60 Persen di Pilkada Sukoharjo 2020 

Persiapan di tengah pandemi Covid-19 ini membuat sejumlah bakal calon ditengarai positif terpapar virus corona.

Dikutip kompas.com, sebanyak 37 bakal calon kepala daerah positif terinfeksi Covid-19.

Data itu dihimpun Komisi Pemilihan Umum ( KPU) selama tiga hari masa pendaftaran Pilkada 2020 hingga Minggu (6/9/2020) pukul 24.00.

"Data sementara yang berhasil dihimpun hingga pukul 24.00 dari KPU provinsi, KPU kabupaten/kota, bakal pasangan calon yang dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan swab test-nya, sebanyak 37 calon, bukan pasangan calon ya, artinya 37 orang," kata Ketua KPU Arief Budiman dalam konferensi pers virtual, Senin (7/9/2020) dini hari

Ke-37 bakal paslon itu berasal dari 21 provinsi yang kabupaten/kotanya menggelar Pilkada 2020.

Epidemiolog Grifith Universit Dicky Budiman, melihat seremonial Pilkada 2020 yang ada di Indonesia tidak menunjukkan perbedaan ada dan tidaknya pandemi Covid-19.

Hal ini terbukti dengan adanya masyarakat yang abai akan jaga jarak.

"Sangat mengkhawatirkan saat positivity rate masih tinggi masih ada ceremonial yang belum disesuaikan, ketika pakai masker dan face shield bukan berarti bisa berdekatan" jelasnya dalam tayangan Youtube Kompas TV (6/9/2020).

Tak Gentar Kalah Jumlah Kursi, Joswi Sebut Pilkada Sukoharjo 2020 Pertarungan Figur

Dicky mengharapkan agar segera adanya evaluasi untuk menyesuai dengan kondisi rawan saat ini.

"Besar sekali potensi ini menjadi klaster, bisa banyak sekali kasusnya" ujarnya.

Ia menambahkan bukan berarti Pilkada ditunda namun untuk disesuaikan dengan kondisi ini.

Dicky menegaskan perlu adanya kesadaran masyarakat agar tidak terjadi kerumunan yang berlebihan.

"Ini kan para calon merupakan pemimpin yang potensial di tiap daerah, jangan sampai justru berada di situasi yang berbahaya" tuturnya.

Bawaslu Semprot Pasangan Bakal Calon Pilkada Solo: Melanggar Protap.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo menyoroti jumlah simpatisan yang mengantar para bakal pasangan calon Pilkada Solo 2020 untuk mendaftar ke KPU Solo.

Tak terkecuali, pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono - Fx Supardjo (Bajo).

 Tantang Gibran, Bajo Daftar Hari Ini, Personel Keamanan Bersenjata Lengkap Siaga di KPU Solo

 Joswi Mendaftar ke KPU Sukoharjo Hari Ini, 200 Personel Keamanan Gabungan Bersiaga

Untuk Bajo, ribuan simpatisan dan pendukung mengantar pasangan yang maju melalui jalur independen.

Kurang lebih 1.080 orang berangkat bersama-sama dari rumah pemenangan Bajo, Jalan Ki Ageng Mangir Nomor 8, Kelurahan Penumping, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Rombongan Bajo berangkat bersama-sama menuju kantor KPU Kota Solo, Jalan Kahuripan Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari pukul 09.00 WIB.

Diantara mereka ada yang naik andong dan ada yang berjalan kaki menempuh jarak kurang lebih 4,5 kilometer.

Rombongan berangkat berbaris membentuk 3 saf mengikuti langkah kuda yang ditunggangi pasangan Bajo.

Mayoritas menggunakan masker saat mengantar Bajo mendaftar ke kantor KPU.

Divisi PHL Bawaslu Kota Solo, Mustakin mengatakan masalah rombongan pengantar memang menjadi catatan bagi pasangan Gibran - Teguh dan Bajo.

Terlebih, KPU telah membatasi jumlah orang yang berhak masuk ke kompleks kantor.

 Tim Kampanye Bajo Sebut Tak Ada Seremonial Khusus Sebelum Daftar ke KPU: Doa Langsung Berangkat

Hanya 12 orang yang diperbolehkan mendampingi pasangan bakal calon saat pemeriksaan berkas di ruang KPU.

Sementara jumlah orang yang boleh berada di halaman KPU hanya dibatasi kurang lebih 30 orang.

"Untuk masalah pengombyong atau pengarak menuju KPU ini jelas melanggar protokoler kesehatan. Tidak mematuhi prokoler," kata Mustakin, Minggu (6/9/2020).

Bawaslu, aku Mustakin, sudah memberikan peringatan lisan kepada tim masing-masing pasangan bakal calon.

Sayang, peringatan tersebut nampaknya tak digubris.

"Tadi sudah secara lisan, kok ini masa tidak bisa dikendali, tapi ya sudah monggo," akunya.

Bawaslu tetap akan melaporkan pelanggaran protokoler kesehatan yang dilakukan massa pendukung dua bakal pasangan bakal calon itu.

"Nanti ya saran perbaikan untuk kedepannya," ujar Mustakin.

Sementara itu, Mustakin memastikan penerapan protokoler kesehatan dilakukan di kantor KPU Kota Solo.

"Kita pastikan untuk penerapan protokoler kesehatan dilakukan di kantor KPU," tandasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved