Berita Sukoharjo Terbaru

Demi Kontribusi Lebih Untuk Negara, IAIN Surakarta Beralih Jadi UIN, Begini Perjalanannya

Keputusan Institut Agama Islam (IAIN) Surakarta untuk berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) ternyata ada alasan mendasar.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Istimewa
Seorang ayah menangis saat terima piagam anaknya yang sudah meninggal di hari wisudanya yang diberikan langsung Rektor Prof Mudofir Abdullah di IAIN Surakarta. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Keputusan Institut Agama Islam (IAIN) Surakarta untuk berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) ternyata ada alasan mendasar.

Rektor IAIN Surakarta, Prof Mudofir Abdullah membocorkan alasan pihaknya ingin menyusul UIN Yogyakarta dan Semarang yang lebih dulu berganti menjadi UIN.

"Kita ingin memperbesar kapasitas, jadi harus alih status," ujarnya kepada TribunSolo.com di kampus yang berada di Jalan Pandawa, Dusun IV, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (9/9/2020).

Selangkah Lagi IAIN Surakarta Jadi UIN, Jadi Bakal Ada Program Studi Umum Tidak Hanya Agama

Rektor IAIN Surakarta Salurkan Sembako Kepada Tukang Becak & Pedagang Kecil yang Terdampak Corona

Sebut Modofir, jika proses pergantian ke UIN sudah diusahakan sejak awal tahun lalu, namun beberapa kendala membuat peralihan sempat mundur sementara waktu.

"Sebenarnya prosesnya ini sudah lama, sudah tahun lalu mengajukan, namun terbentur oleh syarat," sebut dia.

"Dulu kami sudah memenuhi tapi saat verifikasi masih ada yang kurang, sekarang sudah lengkap," akunya menekankan.

Ia menambahkan jika saat ini IAIN Surakarta sudah memenuhi syarat untuk beralih menjadi UIN.

"Tanahnya 10 hektar, guru besar minimal 5, prodi A minimal 2 kita ada 11," katanya.

Kisah Sukses Perjuangan Mudofir,Anak Petani Desa yang Berhasil Jadi Profesor & Rektor IAIN Surakarta

Syarat dan Cara Membuat Surat Keterangan Sehat di Rumah Sakit, Penting saat Daftar Kerja

"Sebenarnya kita sudah memenuhi tapi karena IAIN ada banyak klaster kita masih menunggu yang lain untuk memenuhi," tandasnya.

Jika terealisasi, ia berharap kontribusi keilmuan bisa lebih meningkat seiring dibukanya fakultas ilmu umum.

"Setelah alih status dan kapasitasnya menjadi besar, dan menjadi umum saya berharap sumbangan kepada negara menjadi lebih banyak," harap dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved