Breaking News:

Menag Ungkap Nasib Penceramah Tak Bersertifikat, Apakah Masih Boleh Berdakwah?

Diberitakan, program penceramah bersertifikat rencananya akan diikuti 8.200 pegiat dakwah dan bersifat sukarela.

TribunSolo.com/Adi Surya
Menteri Agama, Fachrul Razi saat di The Sunan Hotel Solo, Kamis (19/8/2020). 

TRIBUNSOLO.COM -- Nasib penceramah yang tak memiliki sertifikat diungkapkan Menteri Agama Fachrul Razi.

Menag tegas menjamin bahwa para penceramah tetap bisa berdakwah meski tak memiliki sertifikat.

Ia menyebut program penceramah bersertifikat tidak akan menyebabkan terjadinya pelarangan dakwah.

Balita 4 Tahun Selamat dari Maut saat Mobilnya Kecelakaan dan Terbakar di Jalan Tol Solo-Semarang

Kronologi Lengkap Kecelakaan di Jalan Tol Solo-Semarang,2 Orang Tewas, Mercedez-Benz Hangus Terbakar

"Pasti tidak akan terjadi (penghentian dakwah) karena tidak memiliki sertifikat," kata Fachrul Razi dilansir dari laman resmi Kemenag RI, Selasa (8/9/2020).

"Kalau ada penghentian karena ada konten ceramah mungkin saja. Tapi tidak akan pernah ada petunjuk lanjutan untuk menghentikan ceramah karena tidak memiliki sertifikat," tuturnya.

Pernyataan ini juga disampaikan Fachrul Razi dalam rapat bersama Komisi VIII DPR kemarin.

Fachrul pun meminta masyarakat tak khawatir terhadap program ini. Menurut Fachrul, program penceramah bersertifikat bertujuan baik untuk meningjatkan wawasan kebangsaan penceramah.

"Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan dengan program ini. Niat program ini malah bagus, karena ingin meningkatkan wawasan kebangsaan bagi penceramah," ujar Fachrul.

Oleh karena itu, dalam program ini, Kemenag juga melibatkan lembaga terkait seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), hingga Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

"Kami akan melibatkan majelis agama, untuk agama Islam kita libatkan MUI. Sementara untuk agama lain, nanti ada dari majelis agamanya masing-masing," kata Fachrul. 

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved