Breaking News:

Pilkada Solo 2020

Rapat Umum Masa Kampanye Pilkada Solo Hanya Boleh Sekali, Begini Tanggapan Ketua DPC PDIP FX Rudy

"Kami tidak pernah rapat terbuka, rapatnya tertutup terus. Jadi tidak masalah," kata Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Agil Tri
FX Rudy meminta kader memenangkan Gibran - Teguh saat memberikan keterangan pers di kantor DPC PDIP Solo di Jalan Hasanudin Nomor 26, Kampung Brengosan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Minggu (19/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo memutuskan rapat umum hanya boleh digelar sekali dengan pembatasan peserta yang ketat.

Itu lantaran penyelenggaraan Pilkada Solo 2020 dilakukan di tengah pandemi Corona.

Keputusan KPU tersebut tidak menjadi masalah bagi Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

"Kami tidak pernah rapat terbuka, rapatnya tertutup terus. Jadi tidak masalah," kata Rudy kepada TribunSolo.com, Rabu (9/9/2020).

Rudy mengaku, jika rapat yang dilakukan untuk memanaskan mesin pemenangan pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa hanya digelar di kelurahan dengan pembatasan peserta yang rigid.

"Di kelurahan, paling pesertanya hanya 100-200 dengan jaga jarak dan penerapan protokol kesehatan," terangnya.

Tahapan Pilkada Solo 2020 Picu Kerumunan, KPU Perketat Protokoler Covid-19 : Jangan Ada Klaster

Berkaca dari Pendaftaran ke KPU, Bawaslu Sukoharjo Minta Tak Ada Pengerahan Massa : Bakal Dibubarkan

Selain itu, Rudy juga angkat bicara ikhwal sorotan yang diberikan KPU terhadap terjadinya kerumunan massa dalam tahapan pendaftaran calon Pilkada Solo yang sedianya diselenggarakan 4 – 6 September 2020.

"Kemarin sudah disampaikan. Kalau teman teman saya yang ikut kan sedikit ," aku dia.

"Dari awal sudah saya whatsapp, tidak boleh ikut tapi karena antusiasnya begitu ya tidak bisa bendung juga," terangnya.

Kendati demikian, ia mewanti wanti pendukungnya untuk taat betul pada aturan penyelanggara pemilu, mengingat pelaksanaanya digelar ditengah pandemi Covid-19.

"Kita akan coba terus-menerus memahami betul tentang penularan Covid-19 ini," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved