Pilkada Solo 2020

Tahapan Pilkada Solo 2020 Picu Kerumunan, KPU Perketat Protokoler Covid-19 : Jangan Ada Klaster

KPU Kota Solo lebih memperketat penerapan protokoler kesehatan Covid-19 pasca terjadinya kerumunan massa di tahapan pendaftaran calon Pilkada Solo.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Adi Surya
Ketua KPU Kota Solo, Nurul Sutarti melakukan jumpa pers pasca memeriksa berkas pasangan Bagyo Wahyono - Fx Supardjo di Kantor KPU Kota Solo, Jalan Kahuripan Utara Nomor 23, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Minggu (6/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pelaksanaan tahapan pendaftaran calon Pilkada Solo 2020 menjadi sorotan menyusul adanya kerumunan massa di depan kantor KPU Kota Solo beberapa waktu lalu.

Massa pendukung para pasangan tumpah ruah di jalan saat tahapan itu berlangsung.

Untuk diketahui, ada dua pasangan bakal calon yang berlaga dalam pesta lima tahunan itu.

Mereka adalah Gibran Rakabuming RakaTeguh Prakosa, dan Bagyo Wahyono – Fx Supardjo (Bajo).

Berkaca dari kondisi tersebut, Ketua KPU Kota Solo, Nurul Sutarti mengatakan pihaknya akan memperketat penerapan protokoler kesehatan Covid-19 di tahapan Pilkada 2020 selanjutnya.

"Mulai lebih ketat lagi, baik penyelenggara pemilu maupun paslonnya untuk lebih ketat protokol kesehatan," kata Nurul, Rabu (9/9/2020).

"Jangan sampai pelaksanaan pemilu menjadi klaster baru," imbuhnya.

Sejumlah aturan pun bakal disesuaikan dengan keadaan pandemi Covid-19.

KPU Solo Pastikan Bagyo Penantang Gibran Anak Jokowi Negatif Corona Sesuai Hasil Swab Test

Bagyo Penantang Gibran Resmi Daftar ke KPU, Pendukung yang Datang Ternyata Lebih Banyak dari Gibran

Gibran Putra Presiden Jokowi Tes Kesehatan, Minta Doa Agar Setiap Tahapan Pilkada Solo 2020 Lancar

Pelaksanaan kampanye misalnya, lantaran berpotensi menimbulkan kerumunan, KPU Solo menganjurkan dilakukan secara daring atau online.

"Kampanye rentan menimbulkan kerumuman, sehingga penyelenggara maupun para pihak segera melakukan koordinasi untuk membahas kedepan," tutur dia.

"KPU sudah membuat aturan untuk membatasi jumlah peserta kampanye. Diharapkan lebih banyak menggunakan daring,dianjurkan untuk itu," tegasnya.

Selain itu, penyelenggaraan rapat umum pun kena imbasnya.

KPU Solo hanya mengizinkan rapat umum digelar sekali dengan pembatasan peserta yang ketat.

"Selama kampanye sendiri, rapat umum hanya diizinkan sekali," pungkasnya.

"Pesertanya paling banyak 100 orang," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved