Breaking News:

Pilkada Solo 2020

Tak Mau Ada Kerumunan, Orang yang Hadir Debat Pilkada Solo 2020 Dibatasi 50 Orang

Penyelenggaran tahapan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 membuat serentetan aturan ikut disesuaikan.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso
Ketua KPU Solo Nurul Sutarti, saat ditemui di kantornya, Jumat (19/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Penyelenggaran tahapan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 membuat serentetan aturan ikut disesuaikan.

Satu diantaranya tahapan debat publik yang besar kemungkinan mempertemukan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa melawan independen Bagyo Wahyono - FX Supardjo (Bajo).

Ketua KPU Kota Solo, Nurul Sutarti mengatakan dalam pelaksanaannya, debat publik bakal dilakukan pembatasan orang yang hadir.

"Debat publik diharapkan tidak mendatangkan pendukung," ungkap dia, Rabu (9/9/2020).

"Diharapkan hanya menghadirkan pasangan calon maupun pendukungnya dan dibatasi maksimal 50 orang," tegasnya.

Jumlah 50 orang tersebut, sebut Nurul sudah termasuk tim KPU sendiri.

Selain debat, pelaksanaan kampanye terbuka pun menjadi catatan tersendiri bagi KPU Solo.

Tahapan Pilkada Solo 2020 Picu Kerumunan, KPU Perketat Protokoler Covid-19 : Jangan Ada Klaster

Berkaca dari Pendaftaran ke KPU, Bawaslu Sukoharjo Minta Tak Ada Pengerahan Massa : Bakal Dibubarkan

Lantaran menimbulkan kerumunan, Nurul menganjurkan kampanye dilakukan secara daring atau online.

"Kampanye rentan menimbulkan kerumunan, sehingga penyelenggara maupun para pihak segera melakukan koordinasi untuk membahas ke depan," aku dia.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved