Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Kandidat Perempuan di Pemilu Meningkat 20-30 Persen, KPU : Tingkat Keterpilihannya Juga Naik

Komisi Pemilihan Umum (KPU) membeberkan ada fakta menarik soal keterwakilan perempuan dalam pemilihan umum (pemilu).

Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI PEMILU : Bendera partai peserta Pemilu 2014 memenuhi pinggiran flyover Pramuka mengarah ke Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (4/4/2014). Selain merusak keindahan kota, jajaran bendera partai di pinggir jalan ini membahayakan bagi pengendara jika kayu penyangga terjatuh. 

TRIBUNSOLO.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membeberkan ada fakta menarik soal keterwakilan perempuan dalam pemilihan umum (pemilu).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, saat ini jumlah keterwakilan perempuan dalam pemilu ternyata meningkat 20-30 persen seperti yang terlihat dari pelaksanaan Pemilu 2019.

Peraturan KPU mencantumkan, harus ada 30 persen keterwakilan perempuan di partai politik, baik dari kepengurusan maupun kandidat.

"Dulu, jangankan perempuan yang terpilih, kandidat perempuan saja sedikit," ujar Arief Budiman, di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Jumat (11/9/2020).

KSAD Andika Perkasa Pimpin Sertijab di Tubuh TNI AD, dari Pangdam Kasuari hingga Danjen Kopassus

Meski Ibu Kota Jakarta PSBB, Kampung Halaman Jokowi di Solo Tetap New Normal Tapi dengan Pengetatan

"Sekarang jumlah kandidat perempuan naik pesat kurang lebih 20-30 persen, jumlah keterpilihannya dari pemilu ke pemilu naik lagi," kata Arief.

Ia mengatakan, dalam PKPU, pihaknya sudah mencantumkan apabila partai tidak mengikutkan 30 persen perempuan dalam kepengurusannya di dewan pengurus pusat (DPP), maka tidak bisa mendaftar ke KPU.

Jika sudah daftar, memenuhi syarat, dan akan mencalonkan kandidatnya, maka setiap daerah pemilihan harus mencantumkan sekurang-kurangnya 30 persen kandidat perempuan.

"Kalau kurang, tidak bisa ikut di dapil tersebut. Awalnya parpol marah, tapi KPU menjalani saja," tuturnya.

"Akhirnya sekarang jadi kebiasaan, tradisi, 30 persen keterwakilan yaitu 30 persen kandidat dan 30 persen pengurus sudah jadi biasa. Parpol harus cari kader-kader terbaik perempuan," kata Arief.

Ia mengatakan, peraturan tersebut dicantumkan dalam PKPU sebagai bentuk afirmasi terhadap perempuan yang saat ini hasilnya telah terlihat.

Ogah Tiru Gubernur DKI Anies Baswedan, Wali Kota Solo FX Rudy : PSBB Tak Perlu, Ekonomi Bisa Mati

Bukan Gibran Anak Jokowi, Said & Yuni yang Hampir Pasti Lawan Kotak Kosong di Pilkada Serentak 2020

Adanya jumlah kenaikan keterwakilan perempuan tersebut pun telah dilaporkannya ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Jadi terhadap perempuan dan anak, KPU menaruh perhatian serius," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ketua KPU Sebut Kandidat Perempuan Semakin Banyak Terpilih

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved