Pilkada Solo 2020

Pesan Tokoh PMS Sumartono : Siapapun Wali Kota dan Wakilnya, Kebhinekaan di Solo Harus Dijaga

Sumartono menyampaikan menjaga kebhinekaan menjadi tugas bersama bagi masyarakat.

TribunSolo.com/Istimewa
Wakil Ketua PMS, Sumartono Hadinoto saat berdiskusi dengan Gibran-Teguh di gedung PMS Solo di Jalan Ir Juanda Nomor 47, Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Sabtu (12/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Para tokoh Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) berharap isu intoleransi menjadi satu perhatian bagi para kontestan Pilkada Solo 2020.

Tak terkecuali, Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa.

Terlebih aksi-aksi intoleransi telah terjadi beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua PMS, Sumartono Hadinoto pasca pertemuan dengan Gibran-Teguh itu di gedung PMS Solo di Jalan Ir Juanda Nomor 47, Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Sabtu (12/9/2020).

Rajin Cek HP! 86.311 Siswa SD & SMP di Karanganyar Sudah Diajukan Dapat Bantuan Kuota Internet 35 GB

Temui Tokoh PMS Solo, Gibran-Teguh Ajak Gotong Royong Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi Jika Terpilih

"Kita melihat kebhinekaan betul-betul dijaga," tutur Sumartono.

"Kita melihat mereka yang intoleransi tidak sekedar membuat sebuah konflik tetapi mereka betul-betul punya tujuan merubah ideologi," tambahnya.

Menurut Sumartono, menjaga kebhinekaan harus melibatkan banyak pihak.

"Dengan gotong royong antara pemerintah, TNI, Polri, dan dinas-dinas. Mereka masuk melalui pendidikan dan agama," kata Sumartono.

"Ini sangat rawan bila dibiarkan saja ke depannya. Kebhinekaan sudah ada sejak zaman Majapahit sampai sekarang kebhinekaan tidak bisa ditawar," urai dia.

Update Covid-19 Indonesia 12 September 2020: Bertambah 3.806 Kasus, Kini Jumlah Kasus Capai 214.746

Bocoran Program Gibran Bila Kelak Jadi Wali Kota Solo, Jalur City Walk Bakal Ditata

Sumartono menyampaikan menjaga kebhinekaan menjadi tugas bersama bagi masyarakat.

"Indonesia terdiri dari berbagai suku dan agama. Kalau ini tidak bisa dijaga benar-benar apalagi kalau yang dirubah ideologinya akan selesai indonesia," ujar dia.

"Ini menjadi PR bersama kitapun sebagai masyarakat Kota Solo harus berkontribusi nyata. Tidak bisa membiarkan. Semua harus berperan aktif," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved