Breaking News:

Virus Corona

Jangan Pakai Scuba atau Buff Sebagai Masker saat Keluar Rumah, Ternyata Tak Bisa Tangkal Covid-19

Juri Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, masker scuba dan buff terlalu tipis karena hanya terdiri dari satu lapis.

Freepik
Ilustrasi masker scuba. Ini penjelasan dari sisi sains mengapa sebaiknya masker scuba dan buff dihindari, salah satunya adalah membuat jumlah droplet meningkat. 

TRIBUNSOLO.COM - Masker scuba menjadi alternatif pengganti masker di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

Scuba banyak dipilih masyarakat karena bentuknya yang elastis.

Meski demikian, ternyata scuba tak disarankan karena tidak efektif melindungi diri dari virus corona.

Update Covid-19 di Indonesia Rabu (16/9): Catat Rekor Baru, Hari Ini Kasus Positif Bertambah 3.963

Detik-detik Pelaku Menyerang Pakai Samurai Katana dan Bakar Motor Pesilat PSHT di Solo Terekam CCTV

Juri Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, masker scuba dan buff terlalu tipis karena hanya terdiri dari satu lapis.

Hal itu diungkapkan Wiku dalam konferensi pers secara virtual yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/9/2020).

"Masker scuba atau buff ini adalah masker dengan satu lapis saja dan terlalu tipis, sehingga kemungkinan untuk tembus tidak bisa menyaring lebih besar."

"Maka dari itu disarankan untuk menggunakan masker yang berkualitas untuk bisa menjaga," kata Wiku.

Wiku menjelaskan, pemakaian masker scuba kerap kali disalahgunakan.

Maka dari itu, pemerintah mengimbau agar masyarakat menggunakan masker dengan cara yang benar.

"Masker scuba sering mudah untuk ditarik ke bawah di dagu sehingga fungsi masker jadi tidak ada."

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved