Breaking News:

Pesilat PSHT Dibacok di Kartasura

Kronologi Pembacokan Pesilat PSHT Solo, Penyerangan Pagi Buta, Pelaku Bercadar Bawa Senjata Tajam

Para anggota PSHT itu kemudian dihadang dan diserang oleh sekelompok orang pakai penutup kepala atau bercadar sehingga sulit dikenali.

Tangkapan layar Tribun Jateng TV
ILUSTRASI PSHT : Ribuan pesilat PSHT lakukan latihan bersama di lapangan Bhayangkara Akpol, Minggu (5/7/2018). 

Selain itu sebuah motor juga turut dibakar dalam aksi penyerangan tersebut.

"Pembakaran sepeda motor, untuk maksudnya apa kami tidak tahu," terang Devi.

Devi menuturkan pihaknya menyerahkan seutuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.

"Mari bersama-sama menjaga Solo supaya tetap kondusif," tandasnya. 

Ratusan Massa PSHT Berkumpul di Manahan

Pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari berbagai daerah di Solo Raya sempat berkumpul di Plaza Manahan Solo, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banjarsari, Selasa (15/9/2020) malam.

Dari pantauan TribunSolo.com, pesilat yang diduga dari berbagai daerah mulai berkumpul pukul 21.00 hingg dibubarkan menjelang pukul 23.00 WIB.

Mereka datang untuk memastikan pengusutan kasus penyerangan yang menimpa sejumlah rekan seperguruannya yang diserang sekelompok orang di Kecamatan Jebres, Kota Solo dan Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (15/9/2020) dini hari.

Wakapolresta Solo, AKBP Deny Heriyanto terpaksa mengelurkan tembakan peringatan dengan peluru hampa ke udara agar kerumunan massa membubarkan diri.

Ini 6 Orang yang Ditangkap saat Pesilat PSHT di Manahan,Wakapolresta Solo : Mereka Mengarahkan Massa

Ternyata Ada 10 Pesilat PSHT yang Diserang Kelompok Bercadar, 8 Orang Selamat, 2 Orang Jadi Korban

"Itu peluru hampa sebagai peringatan, tidak ada perlawanan mereka bubar," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved