Breaking News:

Sejarah Kota Solo

Kisah Mbah Dasah, Empu Gamelan Tersisa di Solo: Sampai Kini Masih Jalani Semedi Demi Gamelan Terbaik

Kisah Mbah Dasah, Empu Gamelan Tersisa di Solo, Sampai Kini Masih Jalani Semedi Demi Gamelan Terbaik

TRIBUNSOLO.COM/Muhammad Irfan Al Amin
Mbah Dasah, satu dari sedikit empu Gamelan yang tersisa di Karesidenan Solo Raya. 

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Berkunjung ke Kabupaten Sukoharjo akan terasa tidak lengkap bila tidak singgah ke Kecamatan Mojolaban.

Disana akan ditemukan dua sentra wisata pembuatan gamelan antara lain : Desa Wirun dan Desa Laban.

Sejarah Gondala di Desa Tegalmulyo Klaten, Dibangun pada Tahun 2015 dan Dapat Bantuan dari Presiden

Sejarah Riwayat Masjid Agung Surakarta : Kubah Emas Murni dari Sang Raja Solo Harus Dicopot

Apabila dilihat sepintas Desa Wirun lebih ramai akan sentra gamelan.

Hal ini dapat dilihat sedari memasuki gapura desa yang bertuliskan Kawasan Industri Gamelan dan Mebel".

Namun di Desa Laban terdapat sosok empu yang telah asam garam dalam dunia kerajinan gamelan.

Dia adalah Dasah Pujo Suwarno, atau akrab dipanggil dengan sebutan Mbah Dasah.

Pria kelahiran 1937 ini telah menggeluti industri kerajinan sejak tahun 1990.

Pengalamannya yang matang membuatnya mendapat predikat "Empu" atau sosok ahli dalam menempa logam menjadi gamelan.

Walaupun hanya menamatkan pendidikan hingga kelas 2 Sekolah Rakyat, jiwa semangatnya tidak pernah padam.

Sedari muda di tahun 1950 sudah pernah mencoba beragam pekerjaan.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin
Editor: Aji Bramastra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved