Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Paslon Langgar Protap Covid-19 di Pilkada 2020, KPU Tak Bisa Mendiskualifikasi, Ini Alasannya

Diskualifikasi terhadap calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan di Pilkada 2020 tidak bisa dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Editor: Adi Surya Samodra
KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI digedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol 29, Jakarta Pusat, Jumat (6/10/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA – Diskualifikasi terhadap calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan di Pilkada 2020 tidak bisa dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Terlebih protokol kesehatan menjadi hal yang ditekankan mengingat masih mewabahnya virus Corona.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menegaskan, pihaknya tak bisa mendiskualifikasi calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan di Pilkada 2020.

Sebab, kata dia, dalam membuat aturan KPU harus berdasar pada undang-undang.

Sementara hal tersebut tak diatur dalam UU.

"Ada pertanyaan bisa nggak KPU mendiskualifikasi, saya kira tidak. Karena diskualifikasi ini adalah masalah yang sangat prinsip, tentu KPU harus mendasarkannya kepada UU," kata Raka dalam sebuah diskusi virtual, Senin (21/9/2020).

Penjahit dan Ketua RW Penantang Gibran Putra Presiden Jokowi Ogah Pilkada Serentak 2020 Ditunda Lagi

Reaksi Putra Jokowi Mendengar Ada Desakan Pilkada 2020 Ditunda Lagi, Gibran : Kapanpun Saya Siap!

KPU saat ini tengah merancang sejumlah sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan di Pilkada.

Sanksi tersebut misalnya pengurangan waktu kampanye bagi calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan selama kampanye.

"Sedang juga dipertimbangkan 1 opsi pengurangan hak kampanye dari segi waktu. Misalnya dia melanggar jenis kampanye A, maka bisa jadi selama 3 hari kemudian dia tidak boleh melakukan jenis kampanye yang dilanggarnya itu," ujar Raka.

Selain itu, KPU juga mempertimbangkan sanksi berupa penghentian kegiatan kampanye yang melanggar protokol kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved